Konten dari Pengguna

Pertolongan Pertama Mengatasi Diare pada Bayi

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diare merupakan masalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan adanya perubahan konsistensi dan bentuk tinja. Seseorang yang terkena diare biasanya akan buang air besar 3 kali atau lebih dalam sehari dan tinjanya lembek atau cair.

Kondisi sistem pencernaan bayi yang belum sempurna menyebabkan bayi rentan terkena diare. Jika si Kecil menderita diare, Moms bisa mencoba tips berikut ini untuk mengatasinya.

Cara mengatasi diare pada bayi

Tetap berikan makan dan minum

Jika si Kecil masih menyusui, berikan ASI lebih sering daripada biasanya supaya dapat menggantikan cairan yang hilang saat dia diare. Jika sudah tidak menyusui, tetap berikan asupan nutrisi cukup. Berikan jus untuk memenuhi kebutuhan kaliumnya dan jus untuk kebutuhan sodiumnya.

Berikan larutan oralit

Campur satu liter air dengan enam sendok teh gula dan setengah sendok teh garam untuk membuat larutan pengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare. Berikan larutan ini kepada si Kecil. Berikan asupan cairan ini sedikit demi sedikit jika si Kecil diare disertai muntah.

Daftar makanan untuk si Kecil yang menderita diare

Makanan yang aman dikonsumsi si Kecil yang sedang menderita diare di antaranya adalah nasi, roti sup, kentang lumat, telur matang, jamur, wortel, buncis, ikan, daging ayam, daging sapi, dan yoghurt.

Sementara itu, air putih dan air kelapa aman dikonsumsi penderita diare. Berikan asupan minuman cukup agar si Kecil tidak kekurangan cairan.

Selama si Kecil sedang diare, dia tidak boleh makan sayuran hijau serta kacang polong, jagung, buah beri, dan paprika.

Gejala dan Penyebab Diare pada Bayi

Ada dua macam diare yaitu diare akut dan diare kronis. Gejala dan penyebab kedua jenis diare tersebut adalah:

Diare Akut

Gejala diare akut meliputi perubahan pada konsistensi tinja dan frekuensi buang air besar disertai mual, muntah, nafsu makan menurun, dan dehidrasi. Penyebab diare akut di antaranya adalah keracunan makanan, infeksi saluran pencernaan, alergi makanan, dan penggunaan antibiotik.

Diare Kronis

Berbeda dengan penyebab diare pada bayi akut, diare kronis ini biasanya disebabkan oleh infeksi parasit, intoleransi makanan, dan iritasi usus.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist