Pilihan Cara dalam Pemberian MPASI

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa saya jarang sharing tentang MPASI ini? Hal ini dikarenakan saya sering pusing masalah MPASI. Attar kadang hari ini suka makan dan besoknya tidak, terus berulang seperti itu. Ini yang membuat mood saya berantakan tidak karuan. Berhubung beberapa teman-teman sering menanyakan perihal MPASI ini, maka saya akan sharing mengenai metode MPASI apa yang saya pakai selama masa MPASI Attar.
Sebelum masuk ke pembahasan Metode MPASI ini saya akan share tentang pertama kali MPASI ya moms. Jadi contohnya seperti apa saja makanan pertama untuk Attar.
Saya cepat memberikan Attar MPASI karena Attar memang sudah belajar makan di usia 4 bulan 2 minggu. Kenapa saya memberikannya lebih cepat? Hal ini karena memang ada masalah dalam pertumbuhan Attar. Anak saya berat badannya memang cenderung sulit naik, jadi sebelum MPASI hanya mengonsumsi ASI dan sufor. Di usia 4 bulan pas, tiba-tiba anak saya tidak mau minum sufor lewat media apapun. Selama 2 minggu, hanya saya beri ASI, dan yang terjadi berat badan anak saya kembali turun. Alhasil, oleh DSA dianjurkan untuk MPASI sebelum usia 6 bulan.
Dilansir dari detikHealth, menurut dr. Tiwi, Sp. A., bila kenaikan berat badan tak memenuhi syarat dan bayi sudah berusia di atas 4 bulan, MPASI boleh saja diberikan. Selama toleransi pencernaan bayi terhadap makanan yang diberikan baik. Namun, jika anak berusia di bawah 4 bulan, bisa diberi ASI perah lebih banyak atau susu formula. Awalnya khawatir, tapi daripada berat badan anak masuk ke garis merah dan saya tambah stres, maka saya mulai cari referensi tentang MPASI di usia 4 bulan.
Ternyata di luar negeri memang merekomendasikan MPASI diberikan di usia 4 bulan, tapi atas saran dokter dan hanya beberapa bahan makanan saja yang boleh dikonsumsi. Bahan makanannya memang makanan yang mengandung karbohidrat yang mana bisa membantu sebagai booster berat badan anak.

Berikut ini beberapa makanan yang boleh dikonsumsi ketika MPASI dimulai di usia 4-6 bulan:
Serelia dan biji-bijian: Beras, Barley, dan Oat.
Buah-buahan: Alpukat, Apel, Pir, dan Pisang.
Sayuran: Labu Parang, Butternut Squash, Buncis, Ubi kuning/ungu.
Jenis makanan dari bahan serelia memang sering direkomendasikan oleh DSA karena risiko alerginya kecil. Biasanya yang dianjurkan ialah bubur beras atau bubur susu, maupun buah. Tapi, buah tidak mampu bikin gemuk, maka perlu dikombinasikan.
Buah-buahan seperti apel dan pir lebih baik dikukus sebelum memberikannya pada si Kecil, karena ini dapat membantu pencernaan untuk mencerna fruktosa (gula pada buah). Sedangkan alpukat dan pisang tidak perlu dimasak terlebih dulu karena tekstur buah tersebut sangat soft dan mudah dicerna.
Apa makanan pertama kali yang dikenalkan pada si Kecil? Waktu itu saya perkenalkan bubur beras merah yang non instan. Jadi harus dimasak dulu, selain itu saya berikan tambahan sufor di dalamnya. Saya membeli beras merah yang sudah berbentuk tepung karena memang butuh yang benar-benar halus. Perkenalkan satu jenis makanan selama 3-4 hari berturut-turut ya moms. Selalu ingat rules ini dan perhatikan apakah ada reaksi alergi ketika si Kecil pertama kali mengonsumsi satu jenis makanan.
Bagaimana dengan teksturnya?
Teksturnya bukan semi kental (ketika sendok dimiringkan tidak jatuh), tetapi sedikit encer, dan ingat tiap bulan selalu bertahap naik teksturnya. Sampai di usia 6 bulan, baru mulai berikan semi kental.
Ketika usia 4-6 bulan, makanan masih saya blender ya Moms, karena teksturnya memang harus benar-benar halus dan sedikit encer. Saya baru menggunakan saringan untuk mendapatkan tekstur yang kental ketika MPASI di usia 7 bulan.
Untuk blender, jenis apa yg dipakai?
Saya pakai dry mill yang khusus untuk MPASI, bisa dibeli terpisah ya Moms, daripada harus beli blender baru lagi. Hand blender juga bisa Moms. Saringan yang saya gunakan ada beberapa jenis, bisa dilihat dari kerapatan jaring saringannya. Diawali dengan saringan yang rapat kemudian yang renggang.
Berapa banyak porsi yang diberikan kepada si Kecil?
Waktu itu saya memberikan MPASI pada porsi sekali makan yaitu sekitar 2-3 sdm orang dewasa. Hari pertama saya memberikannya hanya sekali dalam sehari. Ketika hari kedua sudah saya berikan dalam sehari dua kali makan yaitu pagi dan sore. Tergantung moodnya anak juga.
Apakah boleh memberikan jenis serelia yang berbentuk instan?
Mitos mengenai MPASI instan menjadi salah satu faktor yang membuat orangtua hanya mengandalkan MPASI homemade. Padahal, MPASI yang difortifikasi seperti bubur atau biskuit bayi, bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan zat besi.
Jadi sah-sah saja memberikan bubur instan pada bayi asalkan tidak memiliki riwayat alergi. Saya pribadi memberikan bubur instan karena dalam kondisi darurat, contohnya ketika lagi di rumah mertua, ketika bangun kesiangan, atau ketika bubur non instan yang saya buat sudah habis, dan lain-lain. Saya memang bukan ibu-ibu yang saklek ya Moms.
Kemudian, bagaimana menyusun jadwal menu MPASI Attar?
Di atas sudah saya jelaskan, saya memegang rules 3-4 hari berturut turut untuk satu jenis makanan.
Ketika memasuki 6 bulan apakah harus mengikuti aturan menu tunggal seperti pada umumnya?
Maaf moms, saya tidak mengikuti aturan tersebut. Tetapi saya juga belum menyajikan MPASI Menu 4. Memasuki usia 6 bulan memang ada beberapa jenis makanan yang boleh dikonsumsi termasuk protein dan dairy. Selama 2 minggu masih saya perkenalkan beberapa makanan yang baru tersebut. Tetapi saya mix dengan jenis makanan yang pernah dicoba.
Di usia 6,5 bulan, Attar sudah saya beri menu MPASI 4. Menyusun menu 4 ini saya lakukan dengan jenis makanan yang selama ini sudah dicoba. Contohnya: Beras putih+Ayam+Tofu+Wortel+Evoo (extra virgin olive oil), Oat+Ayam+Buncis+Wortel+Ubi, dan lain-lain. Semuanya dikukus ya Moms, jangan lupa sajikan dengan lemak tambahan.
Di hari ke-15, frekuensi pemberian MPASI menjadi 3 kali sehari tetapi dalam porsi yang sama yaitu 2-3 sdm dewasa.
Memasuki usia 6 bulan inilah dimulainya suka duka dalam MPASI. Diawali dengan diemut, tutup mulut, dan sebagainya.
Mungkin metode yang saya gunakan semacam campuran metode ya Moms. Iya, jadi selama usia 4-9 bulan saya menggunakan metode spoon feeding. Memasuki usia 9-13 bulan (sekarang) spoon feeding dan Baby Led Weaning.
Saya memakai metode Baby Led Weaning karena di usia 9 bulan, Attar sudah sering meminta makanan orang lain, akhirnya di situ saya memulai memakai cara BLW. Ada kelebihan memang di metode ini, karena anak makan sesuai dengan seleranya dan makannya lebih lahap. Selain itu melatih motorik halus yaitu koordinasi mata, tangan dan mulut. Ketika makanan sudah dilempa-lempar, maka cara spoon feeding langsung saya pakai. Melatih anak untuk tidak mubazir dalam makanan karena itu termasuk perbuatan yang buruk.
Oke, kita rangkum ya metode apa yang saya pakai dari awal:
Metode wholesome baby food Responsive Spoon Feeding
Metode WHO, menu 4 Responsive Spoon Feeding dan Baby Led Weaning.
Semoga bermanfaat.
By: Nawang Khusnul Muliawaty.
