Pisang, MPASI Mudah dan Kaya Manfaat
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pisang, MPASI Mudah dan Kaya Manfaat
Memasuki fase MPASI tentu banyak hal yang dipersiapkan oleh para mama. Tak hanya menyiapkan peralatan MPASI, mama juga pasti sudah mulai mencari tahu makanan apa saja yang baik untuk si kecil dan makanan apa yang menjadi tahapan awal si kecil untuk dikonsumsi.
Di Indonesia sangat wajar menyajikan buah pisang sebagai makanan di tahapan MPASI awal. Pisang sangatlah mudah untuk ditemui. Selain rasanya yang manis, teksturnya pisang yang lembut juga mempermudah si kecil untuk menelan buah pisang tersebut. Pisang juga merupakan sumber serat yang baik untuk pencernaan si kecil, sehingga menghindari si kecil dari resiko sembelit di tahap awal MPASI-nya. Selain itu, cara penyajiannya juga mudah, cukup kerok bagian daging luarnya yang lunak saja kemudian taruh di mangkuk, bisa tambahkan ASIP ataupun buah-buahan lainnya. Saya tidak gunakan bagian yang dalam, karena biasanya bagian dalam yang agak berbiji memiliki rasa sedikit asam.
Biasanya saya menggunakan pisang Ambon untuk MPASI. Saya sudah rajin konsumsi pisang Ambon ini sejak masa kehamilan, karena selain mudah ditemui, pisang Ambon juga mampu memenuhi 0,4 mg dari kebutuhan harian vitamin B6 ibu hamil, vitamin B6 baik untuk perkembangan sel saraf pada janin. Pisang Ambon juga mengandung asam folat yang diperlukan untuk pertumbuhan otak janin, serta menghindari bayi dari kemungkinan cacat, pisang Ambon juga memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi loh.
Kandungan utama pada pisang adalah potasium, dimana potasium merupakan sumber energi yang baik untuk aktivitas sikecil. Potasium juga berguna menjaga irama jantung dan memperkuat fungsi otot bayi. Selain itu banyak kandungan lain didalam pisang, diantaranya pektin, kalium, kalsium, magnesium fosfor, belerang, asam folat, vitamin A-B6, besi dan tembaga.
Oh ya, pektin merupakan zat yang mampu mengeraskan feses, karena seperti yang kita tahu, sebelum memulai MPASI fesef bayi cenderung cair. Nah, pektin inilah yang bertugas mengeraskannya, jadi kalau bisa juga jangan terlalu banyak memberikan pisang untuk sikecil ya. Pengalaman di anakku, dia memang doyan sekali buah-buahan terutama pisang. Pernah dia ga mau berhenti waktu makan buah pisang, karena aku pikir belum kenyang jadi kukasih terus. Alhasil malah jadi sembelit karena terlalu banyak. Jadi, tetap harus sewajarnya ya mam.
Saat usia 6-7 bulan, anakku konsumsi pisang dengan ASIP. Tetapi seiring dia bertambah usia juga tidak suka makanan yang terlalu cair, jadi saya kombinasikan dengan buah lain, seperti buah naga. Karena anakku kurang suka makan buah yang terlalu cair. Oh ya jangan lupa memilih buah pisang saat membelinya ya, pastikan tidak ada bintik hitam pada kulit pisang, karena ini salah satu identifikasi pisang terserang penyakit, sehingga tidak baik dikonsumsi si kecil.

