Plus Minus Stretchy Wrap

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Waktu saya kecil, rasanya gendongan cuma ada satu jenis, yaitu jarik. Saat saya punya anak, kok banyak pilihan jadi pusing? Akhirnya, saya yang saat itu masih mengandung, mengikuti saran teman saya untuk memakai stretchy wrap.
Stretchy wrap adalah gendongan berupa kaos sepanjang 4-5 meter. Cara menggunakannya dengan melilitkan sedemikian rupa di tubuh kita, kemudian masukkan bayi ke dalam kain sehingga posisi kakinya M-shape. Mulai dari new born hingga bayi seberat 15 kg, cocok untuk stretchy wrap. Setelah mencobanya sendiri, saya ingin berbagi pengalaman tentang kelebihan dan kekurangan gendongan jenis ini.
Kelebihan Stretchy Wrap
Relatif lebih nyaman untuk ibu karena bentuk gendongannya sedemikian rupa sehingga berat bayi disebar merata ke seluruh tubuh.
Bayi relatif lekas tertidur dalam gendongan. Ketika bayi berada dalam stretchy wrap, konon rasanya seperti nostalgia kembali ke rahim.
Hands free! Moms bisa melakukan hal-hal lain dengan bayi dalam gendongan.
Cara membersihkan sangat mudah. Cukup dicuci dengan tangan atau mesin cuci (dengan laundry net).
Bisa dipakai sejak newborn.
Kekurangan Stretchy Wrap
Dibandingkan gendongan lain, pemakaiannya cukup ribet
Tidak selamanya bayi mudah tidur dalam gendongan. Kalau bayi sedang ingin menyusu, bosan, atau ingin eksplorasi, niscaya akan tetap rewel. Intinya, untuk jenis gendongan apa pun, tetap butuh mendengar bahasa bayi
Ujung kain mudah kotor karena kain sangat panjang sehingga saat memakai, ujung kain bisa terkena lantai
Suatu saat nanti akan melar
Kurang lebih seperti itu plus minus dari gendongan jenis stretchy wrap. Saya sendiri tidak menyesali keputusan saya membeli. Terutama saat bayi perlu digendong untuk tidur, gendongan ini membantu sekali!
Semoga bermanfaat.
By: Prianka Iradati
