Posisi Bayi dalam Kandungan yang Ideal dan Tidak Ideal

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bayi yang tumbuh dalam kandungan akan bergerak-gerak untuk mencari posisi yang tepat. Posisi bayi yang ideal dibutuhkan untuk melancarkan persalinan.
Posisi ideal tersebut dinamakan posisi anterior atau disebut juga dengan posisi cephalic. Posisi tersebut diidentifikasikan dengan posisi kepala bayi berada di bawah, wajah bayi menghadap ke punggung ibu, posisi dagu bayi mendekati dadanya sendiri, dan bagian kepala belakang bagian atas terlihat siap memasuki panggul ibu. Bagian kepala ini nantinya akan menekan serviks dan membuka jalan persalinan.
Bayi akan mulai mengubah posisinya menuju ideal saat usia kehamilan mencapai minggu ke-30. Posisi bayi ideal biasanya dicapai pada usia kehamilan 32, 34, atau 36 minggu. Jika setelah 36 minggu posisi bayi tidak juga ideal, perlu dilakukan beberapa usaha untuk mencegah bayi lahir dengan posisi ini. Untuk itu, konsultasikan hal ini ke dokter kandungan. Namun, Moms jangan panik karena ada juga bayi yang memutar posisinya saat mendekati waktu persalinannya.
Ada tiga posisi bayi dalam kandungan yang dianggap kurang ideal yaitu posisi posterior, posisi sungsang, dan transverse lie. Pada posisi posterior, kepala bayi menghadap ke bawah namun wajahnya masih menghadap ke perut ibu. Kemungkinan persalinan akan lebih terasa sakit jika ibu melahirkan dengan posisi bayi demikian. Punggung akan terasa lebih nyeri daripada posisi anterior.
Sekitar 10 hingga 28% bayi lahir dengan posisi posterior karena tetap tidak memutarkan posisinya sehingga wajahnya menghadap punggung ibu. Namun, banyak bayi yang akhirnya memutarkan wajahnya menghadap punggung sebelum keluar dari rahim.
Sementara itu, posisi sungsang adalah posisi bokong bayi berada di bawah dan kepala bayi berada di atas dekat dengan dada ibu. Posisi ini disebut sebagai posisi yang sangat tidak ideal untuk proses melahirkan. Jika memaksakan lahir dengan persalinan normal, kepala bayi akan menjadi bagian terakhir yang keluar dari vagina sehingga bayi akan lebih sulit mendorong keluar jalan lahirnya. Bayi juga bisa terbelit tali pusar. Bayi bisa terluka karena tali pusar ini.
Posisi terakhir disebut sebagai transverse lie. Dalam posisi ini, bayi melintang horizontal di rahim. Sangat jarang bayi dilahirkan secara normal ketika dalam posisi seperti ini. Biasanya, bayi dalam posisi transverse lie akan tetap berputar ke arah posisi idealnya. Namun jika tidak, dokter biasanya tidak akan menyarankan persalinan normal demi keamanan.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor
Copyright by Babyologist
