Potty Training di Usia 6 Bulan

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Potty Training di Usia 6 Bulan

Setelah setengah bulan lebih MPASI, saya mulai potty training ke Vonn. Usia Vonn sekarang 6 bulan 11 hari. Mungkin bisa dikatakan terlalu dini untuk potty training, karena biasanya anak diajarkan potty training setelah usianya menginjak satu tahun atau mungkin di usia lebih tua. Tetapi saya memilih untuk tetap mulai potty training di usia Vonn sekarang karena saya melihat lebih banyak sisi positifnya mengajarkan potty training sejak dini. Salah satunya bisa lepas popok lebih cepat.
Potty training atau biasa disebut toilet training, maksudnya adalah melatih si Kecil untuk terbiasa buang air di toilet, entah itu buang air kecil maupun buang air besar. Nah kalau untuk sekarang, saya memilih untuk potty training Vonn saat buang air besar.
Ada beberapa pertimbangan yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk potty training di usia Vonn sekarang.
1. Ketika sudah mulai MPASI, terjadi perubahan pada feses bayi, baik dalam segi konsistensi, warna & aroma. Nah karena Vonn sudah mulai makan makanan yang bermacam-macam, tentu aroma fesesnya menjadi tidak sedap & konsistensinya lebih padat bila dibandingkan saat Vonn masih ASI eksklusif. Ketika harus membersihkan Vonn setelah BAB di popok tentunya lebih sulit bila dibanding dengan BAB di toilet.
2. Vonn sudah bisa duduk tegak. Saya belum membeli dudukan kloset untuk anak, jadi saya mendudukkan Vonn di ujung kloset duduk sambil memegang Vonn supaya tidak jatuh. Nah karena Vonn sudah bisa duduk tegak, ketika didudukkan di kloset, Vonn sudah bisa menahan badannya.
3. Melihat dari pengalaman kerabat saya, ketika anak sudah lebih besar, tentunya anak sudah lebih bisa mengutarakan keinginannya, misalnya ketika perut mulas & ingin BAB. Tapi anak juga sudah bisa menolak. Ketika ingin BAB dan orang tua mengajak ke toilet, anak bisa menolak, mungkin dengan menangis maupun meronta-ronta, tentunya akan membuat orang tua berpikir & bertindak lebih keras untuk mengajari anak potty training.
Lalu bagaimana cara potty training ke anak?
Moms harus memantau jadwal BAB si Kecil. Kalau Vonn biasanya BAB satu kali sehari saat sore hari setelah bangun dari tidur siangnya. Nah kalau mau BAB, biasanya Vonn akan jadi lebih sering buang gas. Jadi ketika Vonn sudah mulai buang gas, saya akan langsung melepas celana & popoknya, kemudian mendudukkan Vonn di kloset. Biasanya tidak sampai 5 menit Vonn akan langsung BAB. Setelah itu, jangan lupa memuji anak Moms yaa, misalnya, "wah dedek hebat bisa pup di toilet ya.." Potty training ini harus dilakukan dengan rutin, supaya anak terbiasa & tidak menjadi bingung, kadang BAB di toilet tapi kok kadang juga di popok, mana yang seharusnya dilakukan. Semangat Moms!
