Konten dari Pengguna

Puasa Setelah Pernah Keguguran, Bagaimana Risikonya?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Para ahli tidak tahu apakah ada hubungan antara puasa dan keguguran. Tetapi, secara umum, apabila Moms pernah keguguran sebelumnya dan ingin berpuasa, Moms lebih mungkin memiliki kehamilan sehat daripada keguguran lagi.

Meskipun demikian, Moms mungkin merasa khawatir tentang kehamilan Moms selama Ramadan. Adalah normal untuk berhati-hati membatasi apa yang Moms makan dan minum.

Hukum Islam tidak mengharuskan Moms berpuasa saat hamil. Jika Moms khawatir bahwa puasa dapat memengaruhi kesehatan Moms atau si Kecil, Moms bisa berpuasa di kemudian hari atau fidyah. Fidyah adalah cara mengkompensasi puasa Moms yang terlewat. Misalnya, Moms dapat menyumbangkan sejumlah uang ke bank makanan.

Jika Moms ingin berpuasa, Moms mungkin bisa mengatasi puasa tersebut jika berat badan Moms sehat dan memiliki gaya hidup sehat. Akan tetapi, Moms mungkin masih akan kesulitan menjalani hari-hari tanpa makanan atau minuman. Jadi, jangan terlalu khawatir apabila Moms tidak dapat berpuasa penuh.

Moms juga harus membicarakan apa yang Moms rasakan selama berpuasa dengan seseorang yang dekat dengan Moms. Cari tahu apa yang harus Moms lakukan jika Moms merasa tidak sehat selama bulan Ramadan dan bagaimana Moms bisa mengatasi berpuasa di tempat kerja.

Secara umum, ini hal-hal yang perlu Moms lakukan untuk menjaga kehamilan setelah sebelumnya mengalami keguguran :

  • Memeriksakan kandungan secara rutin
  • Menjaga asupan nutrisi
  • Mengurangi pikiran yang membuat stres
  • Melakukan aktivitas yang menyenangkan
  • Mencurahkan kekhawatiran Moms kepada kerabat atau konsultan

Yang jelas, kemungkinan Moms untuk keguguran lagi sangat kecil. Dari kasus-kasus keguguran yang dilaporkan, hanya 1% wanita yang memiliki pengalaman keguguran dua kali atau lebih. Moms harus optimistis akan mempunyai kehamilan yang sehat hingga si Kecil lahir kelak.