Konten dari Pengguna

Q&A KB IUD with Mom Nina Septiani

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alat kontrasepsi apakah yang Moms gunakan untuk mencegah kehamilan? Saya sendiri memilih menggunakan KB IUD. Karena itu, saya akan membahas seputar KB IUD dalam beberapa Q&A berikut ini:

  • Kenapa memilih menggunakan KB?Untuk menghindari kebobolan. Bukannya tidak mau menerima anugerah Tuhan, tapi segala sesuatu itu harus direncanakan dengan baik. Termasuk tentang anak, tapi kalau sudah berusaha menekan kehamilan dan tetap kebobolan, artinya Tuhan punya maksud lain. Simpel kan? 
  • Kenapa memilih menggunakan KB IUD?Karena menurut dr. Sadina (dokter kandungan Nayla), IUD adalah kontrasepsi yang tidak hormonal, tidak sakit, tidak perlu kedisiplinan tinggi, dan tidak mengganggu 'rasa' suami. Jadi, buat yang sudah menikah tapi usia produktif, baiknya pakai IUD saja. Mendekati usia 40+ baru bisa beralih ke pil karena hormonnya sudah mulai berbeda. 
  • Kapan menggunakan KB IUD?Saya pakai pada saat nifas karena memang niatnya supaya tidak kebobolan. Ternyata setelah kemarin konsultasi dengan dr. Tri Suci (dokter kandungan Atha), saat nifas (sampai hari ke 40-45) rahim masih lentur. Jadi, itu merupakan waktu terbaik untuk pasang KB IUD dan tidak akan sakit. Beda kalau kita menstruasi seperti biasa, lalu dipasang ketika tidak menstruasi, pasti akan terasa nyeri (tingkat nyeri tiap orang beda-beda).
  • Sakitkah pas pasang?Tidak sama sekali. 
  • Sakitkah pas lepas?Tidak sama sekali. 
  • Lebih terasa pas pasang atau pas lepas?Kalau saya sih pas lepas, tapi juga tidak sakit. 
  • Dari nifas habis melahirkan, menunggu berapa lama sampai normal menstruasi kembali?Pas Nayla sih sekitar 9-10 bulan tidak menstruasi. Tapi pas menstruasi, tidak lagi merasa nyeri hebat seperti waktu gadis tiap menstruasi. 
  • Katanya kalau pakai IUD harus kontrol terus ke dokter ya?Sebenarnya sebulan setelah pasang harus kontrol supaya tahu kondisi si IUD bagaimana, rahim kita bagaimana, cocok atau tidaknya, dan lain-lain. Tapi faktanya, dari pasang saya tidak pernah kontrol. Datang ke dokter hanya untuk minta lepas karena ingin hamil lagi. 
  • Dari lepas IUD, menunggu berapa lama sampai hamil lagi?Lupa waktu pastinya, sekitar 6-7 bulan. Itu pun karena saya masih menyusui Nayla dan begitu disapih, minum ASI pun jadi jarang. 
  • Suami ada protes atau tidak sih ketika pasang IUD? Misalnya, terganggu 'rasanya'.Justru kata dokter, IUD ini yang paling mengerti. Tidak perlu khawatir. 
  • Apa pas lepas IUD juga harus pas menstruasi?Kalau kata dokter saya sih iya karena ketika menstruasi, rahim lebih lentur dan licin sehingga tidak sakit. Kalau bisa ketika menstruasi sudah mendekati hari-hari terakhir, jangan pas lagi banyak-banyaknya.

Saya cuma sharing yang saya rasakan. Untuk jawaban terbaik dan terbijaksana, bisa langsung ke dokter kandungan dan konsultasi. Yang penting, buang jauh-jauh rasa parno supaya hati dan pikiran lebih netral dalam menentukan hasil akhirnya. Kebijakan menggunakan kontrasepsi apa pun juga bisa diskusikan dengan pasangan.

Intinya kalau mau menggunakan kontrasepsi, sesuaikan dengan kebutuhan dan konsultasikan bersama pasangan dan dokter kandungan. Jangan termakan mitos mengenai kontrasepsi. Saya pribadi lebih suka IUD karena praktis dan non hormonal. Makanya mungkin jadi salah satu alasan kenapa bisa tetap kontrol bentuk badan dan tumbuhnya jerawat. Selain itu, buat saya yang tidak rajin minum obat dan tidak rutin ke dokter, kontrasepsi IUD adalah yang terbaik. Dan pastinya lebih tahan lama.

 

Semoga bermanfaat.

By: Nina Septiani

Copyright by Babyologist