Rahim Turun Setelah Melahirkan? Kok Bisa?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Rahim Turun Setelah Melahirkan? Kok Bisa?
Rahim turun atau disebut prolapsus uteri adalah kondisi dimana rahim tidak pada tempatnya (turun), karena otot di sekitar rahim tidak dapat menyangga. Ada berbagai kondisi dari yang ringan hingga parah. Yang paling parah, rahim dapat terlihat menyembul dari vagina.
Setelah melahirkan baby B secara caesar, aku merawat baby hanya berdua dengan suami. Berbagai pekerjaan rumah pun kukerjakan.Seiring berjalannya waktu, aku sering mengeluh sakit punggung bagian bawah pada suami. Tanpa kuperiksakan dokter, aku mengambil kesimpulan kalau penyebabnya adalah bekas suntikan anestesi sewaktu proses caesar.
Hingga bayiku berusia 7 bulan, sakit punggung sudah terbiasa kualami. Namun kali ini disertai pegal luar biasa pada betisku. Telapak kakiku juga terasa amat sangat pegal hingga berjalan pun tidak nyaman. Karena kupikir hanya pegal biasa, aku diantar tetanggaku ke tukang pijat. Tapi ternyata tukang pijat tersebut mengecek otot perutku dan ternyata aku mengalami "perut turun" atau rahim turun. Jadi aku dipijat untuk menaikkan posisi rahim ke tempat semula. Dan disuruh menggunakan bengkung / korset untuk menahan posisi rahim pada semula.
Setelah apa yang terjadi ini, aku mengevaluasi apa yang menjadi penyebabnya:
1. Aku sudah mengangkat benda berat saat 3 bulan setelah melahirkan. Misalnya ember berisi air mandi untuk bayi. Terkadang aku malas minta bantuan sehingga melakukannya sendiri.
2. Tidak menggunakan bengkung /korset setelah melahirkan. Hanya kupakai jika aku ingat saja. Makanya, lama kelamaan perut terasa berat di bawah, karena tidak ada yang menopang. Ingat, setelah melahirkan, rahim kita yang melar akan susut kembali. Apabila tidak diposisikan dengan baik, rawan untuk melorot.
3. Setelah melahirkan aku sempat mengalami sembelit. Mengejan terlalu kuat juga dapat menjadi salah satu faktor.
Tetapi kondisi ini dapat dihindari dengan tips berikut:
1. Saat tidur, beri bantalan / guling pada betis, sehingga posisi kaki lebih tinggi
2. Gunakan bengkung/ korset setelah melahirkan tetapi jangan terlalu ketat. Awalnya aku mengira guna bengkung/ korset hanya untuk mengecilkan perut. Ternyata manfaatnya lebih dari itu.
3. Hindari mengangkat benda berat. Jangan sungkan meminta bantuan. Ini terlihat sepele tapi efeknya sangat besar bagi para wanita terutama sesudah melahirkan.
4. Menyelesaikan jadwal kontrol dengan dokter kandungan setelah melahirkan. Saat itu aku tidak menyelesaikan kontrol dengan dokter kandungan pasca operasi. Setelah operasi caesar, aku hanya kontrol sampai luka ku kering dan sembuh. Untuk kontrol selanjutnya mengenai kondisi rahim tidak aku lakukan karena faktor lokasi RS yang jauh dari rumahku.
