Ramuan Alami Penurun Demam Anak

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Demam bukanlah suatu penyakit. Hanya merupakan gejala, bahwa tubuh sedang melawan virus yang ada, sehingga badan menjadi panas. Seminggu yang lalu Arsen terkena demam, batuk, pilek. Demamnya pun sudah mencapai 39,7. Langkah awal saya kasih parasetamol tiap 4 jam sekali, namun belum turun juga panasnya, keesokan harinya saya datang ke dokter dan dikasih obat melalui dubur karena panasnya tinggi sekali dan dikhawatirkan kejang. Tetapi panasnya belum turun-turun. Akhirnya mencoba obat tradisional penurun demam.
- Bawang merahIni biasanya saya kasih tiap anak demam.Caranya: cuci bersih bawang merah, lalu campur dengan ASAM dan minyak telon. Balurkan ke seluruh tubuh.
- Lidah buayaLidah buaya dipercaya bisa menurunkan demam.Caranya: cuci bersih lidah buaya, potong menjadi 2, ambil daging lidah buaya lalu tempelkan di ubun-ubun anak. Lidah buaya selain untuk pereda demam bisa juga untuk menghaluskan kulit si Kecil.
- Daun jarakCaranya: ambil daun jarak lalu siram air hangat, olesi minyak kelapa lalu tempelkan di ubun-ubun / dada si Kecil. Tunggu beberapa saat dan panas akan berangsur-angsur turun.
- Daun randuCaranya: tumbuk daun randu, lalu peras dan beri madu sedikit , langsung diminumkan pada si Kecil
- Daun dadap serepDaun ini juga dipercaya dapat menurunkan panas si Kecil. Caranya: cuci dengan air bersih, lalu jika tampak seperti layu bisa ditempelkan di kening, dada, paha anak. Kalau sudah kering bisa diganti lagi. Begitu seterusnya.
- MaduCaranya: tuang 1 sdt lalu diminumkan / skip bagi yang belum satu tahun.
- Air kelapaCaranya: dengan meminumkannya langsung.
Caranya mudah dan bahan-bahannya mudah di dapat kan Moms? Nah, jangan lupa sering-sering minum air putih / ASI agar tidak dehidrasi. Namun jika demam belum juga turun, bisa konsultasikan lagi ke dokter ya Moms.
Semoga bermanfaat.
By: Desis Triyasih Furwanti via Babyologist
