Risiko jika Hamil 7 Bulan Mengeluarkan Cairan Ketuban

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika hamil 7 bulan dan kamu mengeluarkan cairan bisa jadi itu ketuban pecah. Air ketuban ini ditandai dengan warna bening namun sedikit kekuningan. Pecahnya ketuban ini bisa disebabkan banyak hal seperti masa persalinan yang datang, trauma hingga infeksi.
Kadang membedakan air ketuban dan urine memang sedikit sulit. Apa lagi bila Moms baru mengandung anak pertama. Moms bisa membedakan apakah ini ketuban atau air seni dengan melihat gejala berikut ini:
Cairan yang keluar seperti menyembur dan mengucur . Saat mengucur rasanya sangat lega . Cairan yang keluar tidak bisa ditahan, berbeda dengan air seni . Tidak terasa apa-apa . Menetes mirip keringat . Apabila Moms mengalami gejala di atas dengan cairan yang bening kekuningan, bisa jadi ini adalah air ketuban pecah.

Apa Akibatnila Hamil 7 Bulan Mengeluarkan Cairan Ketuban?
Ada beberapa komplikasi berbahaya bila air ketuban pecah. Apabila dibiarkan, hal ini bisa berakibat serius.
Risiko Infeksi
Saat ketuban sudah pecah, kuman-kuman akan bermigrasi masuk ke arah kantung ketuban dan menimbulkan infeksi. Gejala yang Moms rasakan biasanya vagina berbau tidak sedap, keputihan abnormal, suhu tubuh meningkat, nyeri di area perut, denyut nadi cepat dan detak jantung meningkat. Hal ini bila dibiarkan bisa berakibat sepsis bagi bayi dan sangat berbahaya.
Retensi Plasenta
Ketuban pecah dini juga bisa meningkatkan risiko retensi plasenta atau kondisi plasenta yang tertinggal di rahim. Akibatnya, Moms mengalami pendarahan sekitar 24-6 minggu paska melahirkan.
Resiko Bayi Cedera Otak
Apa bila ketuban pecah di usia dini, maka dikhawatirkan tali pusar akan terjepit antstetapara dinding rahim dan janin. Resiko terburuk yang akan dihadapi si kecil adalah cedera otak hingga kematian.
Selain sejumlah resiko di atas, hamil 7 bulan mengeluarkan cairan bisa mengakibatkan bayi lahir prematur. Hal ini sangat beresiko untuk kesehatan dan tumbuh kembang si kecil karena organ masihlah belum sempurna. Bahkan setelah bayi dilahirkan, tidak menutup kemungkinan bayi akan mati.
Untuk itu, Moms mulai sekarang hati-hati saat beraktifitas, jaga kebersihan dan konsumsi makanan gizi seimbang agar kandungan kuat
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor.
