Konten dari Pengguna

Review Interlac Drops: Solusi Kolik si Kecil

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa hari yang lalu Kagendra, babyku mengalami kolik. Kali ini koliknya disebabkan oleh alergi pada makanan yang aku konsumsi lewat ASI. Hal ini menyebabkan aku harus menghindari beberapa makanan yang dapat menyebabkan si Kecil kolik. Produk olahan susu sapi dan turunannya, coklat, kacang tanah dan makanan dari hewan bercangkang adalah contoh makanan yang aku hindari hingga saat ini. Alergi yang terjadi pada babyku bukan berbentuk ruam merah, tetapi perutnya sangat kembung dan keras. Seketika aku panik karena dia selalu mengejan sambil kakinya mengangkat ditarik ke perut. Barulah aku tahu bahwa bayiku mengalami kolik. Setelah dibawa ke dokter, DSA memberi resep Interlac. Aku sempat bertanya-tanya ini obat apa ya? Aman gak ya untuk bayiku? Jadi kali ini aku ingin memberikan sedikit review tentang Interlac.

Dalam kemasan Interlac ini mengandung Probiotik Lactobacillus reuteri Protectis. Probiotik ini dapat membantu memperbaiki kerja usus agar dapat normal kembali, dengan cara meningkatkan jumlah bakteri baik dalam saluran cerna dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Salah satu jenis probiotik yang baik adalah genus lactobacillus dengan khasiat anti-inflamasi dan imunostimulator (menstimulasi imun) yang sangat baik. Manfaat Interlac sendiri adalah:

  • Mengatasi gangguan pencernaan pada bayi
  • Mengatasi kerusakan lapisan usus pada bayi prematur
  • Mengurangi kolik pada bayi
  • Mempercepat penyembuhan diare
  • Mengatasi konstipasi
  • Meningkatkan sistem imun pada bayi prematur, bayi, anak-anak, hingga dewasa
  • Mengurangi efek samping pemberian antibiotik pada anak-anak dan dewasa

Probiotik ini bukan obat, tetapi suplemen makanan sebagai bakteri baik yang dapat hidup di saluran cerna dan bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan bagi penggunanya. Jadi melihat kandungan dan cara kerja Interlac, saya merasa ini aman dikonsumsi si Kecil. Ditambah lagi ternyata Interlac bukan merupakan obat tetapi hanya sebagai suplemen makanan. Cukup konsumsi 5 tetes sehari.

Pemberiannya bisa dicampurkan dengan susu atau ASI sehingga memudahkan baby untuk mengonsumsinya. Pemberian pertama bayiku langsung sering kentut. Mungkin ini caranya agar membuang angin yang memenuhi lambungnya. BAB pun jadi lancar tanpa diare dan sembelit. Semenjak itu saya terus memberikan suplemen ini untuk si Kecil. Tutup rapat kemasan setelah dikonsumsi dan simpan di lemari pendingin ya Moms.

 

Semoga bermanfaat.

By: Noviana Maharani Syaraswati

Copyright by Babyologist