Konten dari Pengguna

Review Milna Biskuit Bayi

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Review Milna Biskuit Bayi

Sudah tidak asing dengan brand Milna kan moms? Nah, saya sempet mencoba memberikan beberapa merk biskuit bayi semenjak anak saya memasuki masa MPASI. Salah satu merk biskuit bayi yang saya berikan yaitu Milna.

Milna biskuit bayi ini tersedia dalam berbagai rasa, seperti: original, beras merah, kacang hijau, jeruk, pisang, dan apel jeruk. Saya baru mencoba 2 varian rasa saja yaitu original dan pisang. Menurut saya rasanya terlalu manis, terlebih jika diberikan kepada bayi berusia 6 bulan yang baru memulai MPASI. Karena rasanya yang manis ini, wajar saja jika anak saya suka sekali memakannya.

Kepingan Milna Biskuit Bayi ini lumayan tebal, berpori dan keras. Cukup sulit untuk memotongnya menjadi 2 bagian. Tetapi jangan salah, saat dimakan oleh bayi justru lumer di mulut loh. Dengan teksturnya yang keras ini, bayi akan senang menggigit-gigit biskuit layaknya mainan teether. Untuk bayi yang gusinya gatal karena akan tumbuh gigi, cocok sekali diberikan biskuit dengan tekstur keras seperti ini.

Di cover kemasannya terdapat tulisan G3. Nah, apa itu G3? Jadi yang dimaksud dengan G3 ini adalah Gizi, Gigi dan Tulang serta Gampang Larut.

Gizi. Milna Biskuit Bayi mengandung 10 vitamin dan 5 mineral yang dapat membantu pertumbuhan si Kecil.

Gigi dan tulang. Salah satu kandungan tertingginya adalah Kalsium, dimana Kalsium ini berperan penting dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi.

Gampang larut. Tekstur berporinya membuat biskuit ini gampang sekali larut sehingga bayi terhindar dari resiko tersedak.

Selain menjadi cemilan bayi dalam bentuk biskuit, ternyata bisa juga loh dimakan dalam bentuk bubur. Biskuitnya hanya dilarutkan dengan air atau susu yang diminum si Kecil, lalu jadilah seporsi bubur yang bisa dijadikan makanan utama. Menurut saya ini menjadi nilai tambah.

Kekurangannya hanya dalam packagingnya saja. Biskuit ini dikemas dalam bungkusan plastik dan kotak karton. Pada bungkusan plastik sebaiknya dibuat zip lock seal agar biskuit tidak mudah melempem karena terkena udara. Karena bungkus plastiknya yang standar, sebaiknya biskuit segera dipindahkan ke wadah kedap udara agar biskuit selalu dalam konsisi yang baik.