Konten dari Pengguna

Review Peralatan MPASI Ala Mommy Anaya

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Review Peralatan MPASI Ala Mommy Anaya
zoom-in-whitePerbesar

Memasuki masa MPASI, hal yang dikhawatirkan oleh Moms tentu adalah seputar peralatan yang dibutuhkan untuk MPASI si Kecil. Semakin beragamnya inovasi dan teknologi yang diterapkan pada alat makan, alat masak, perlengkapan dan atribut MPASI sering kali membuat Moms bingung untuk menentukan mana yang memang benar-benar dibutuhkan.

Nah, kali ini saya mau share mengenai alat-alat apa saja yang perlu dan apa saja yang tidak perlu (menurut saya dan berdasarkan pengalaman pribadi). Namun, semua kembali ke masing-masing ya, Moms. Apa yang saya bagikan tidaklah mutlak karena hanya sebuah sharing.

Peralatan yang Diperlukan

Piring dan MangkukSaya menganjurkan untuk menggunakan piring dan mangkuk biasa saja yang berbahan plastik, BPA free, tidak perlu yang model suction atau yang bisa menempel di meja makannya. Lebih baik kalau anak kita suka membolak-balikkan piring atau mangkuk saat makan (terutama yang menggunakan sistem BLW), letakkan baby di bawah saja, lepaskan baki makannya lalu taruh makanannya di baki dengan mangkuk biasa (pastikan bersih ya, Moms).

Sendok MakanUntuk yang satu ini pastinya perlu, ingat harus BPA free ya. Dalam menyuapi baby, dianjurkan pakai yang khusus baby spoon ya Moms, selain karena takaran disesuaikan dengan kemampuan anak, tapi juga supaya baby kita lebih nyaman. Buat saya useless kalau pakai sendok yang bisa mendeteksi panas makanan, karena selain harganya cukup mahal, juga karena saya tipe Mom yang mau membuktikan sendiri jadi pakai sendok apa pun akan tetap saya pastikan bahwa makanannya sudah tidak panas.

Celemek MakanDari banyaknya pilihan celemek makan, dari yang berbahan kain, slaber kain segitiga, atau foldable bib, saya rekomendasikan memakai foldable bib untuk jadi salah satu alat pendukung MPASI baby. Mengapa? Karena bahannya dari Thermoplastic Rubber, jadi lembut dan pastinya aman karena BPA free. Mudah dibersihkan, setelah digunakan bisa langsung dilap, dicuci dan diperas, dijemur dan tidak butuh waktu lama untuk kering dibandingkan bahan kain yang agak lama keringnya. Soal harga mungkin tergantung merek ya Moms, tapi yang saya pakai berkisar 50-60 ribuan.

Saringan KawatIni penting sekali untuk Moms yang berkiblat pada MPASI homemade. Saringan ini bisa dipakai untuk menyaring bahan makanan MPASI yang sudah dikukus atau direbus seperti bubur beras, kentang kukus, wortel kukus, ikan kukus, dll. Teksturnya juga jadi tidak terlalu halus, jadi bisa lebih mudah naik tekstur.

ParutanSaya memakai parutan keju yang biasa, bisa dipakai saat mau menaikkan tekstur makanan untuk bayi.

Dandang KukusanKukusan tentu digunakan untuk mengukus bahan MPASI ya, Moms. Saran saya, pakai ukuran sedang saja, tidak usah terlalu besar.

Slow CookerBagi saya, alat ini sangat terpakai karena malam sebelum tidur, saya bisa langsung masak bubur beras dicampur dengan prohe dan air kaldu. Besoknya setelah 5 jam, saya tambahkan sayuran parut dan prona parut. Sejam kemudian angkat, lalu saring. Hasil buburnya akan menjadi lebih juicy.

Kotak Makan Tertutup Berbagai UkuranSaya memakai kotak makan untuk menyimpan MPASI ke dalam lemari es. Setelah selesai dimasak, digunakan untuk satu hari makan Anaya (karena saya working Mom, masak di pagi hari untuk satu hari makan). Jadi dibagi-bagi per tempat makan untuk satu kali porsi makan. Kotak makan ukuran besar saya pakai untuk taruh blansir sayur Anaya yang sebelumnya saya masukkan di zipperlock plastic terlebih dahulu. Moms bisa pakai food container juga ya, tapi untuk penghematan, saya memberdayakan apa yang ada di rumah selagi aman.

Baby Highchair / Booster SeatKita bisa menyesuaikan dengan baby, ya Moms. Kalau memang anak kita cukup anteng saat jam makan, mungkin tidak perlu highchair atau booster seat, tapi karena kodratnya baby itu aktif, jadi saya memilih untuk membeli booster seat seharga 245 ribu (bukan highchair). Alasannya, mau mengajarkan Anaya untuk disiplin sejak dini. “Makan pada tempatnya”, tapi ternyata berhasil, lho Moms. Anaya jadi terbiasa makan tanpa digendong, cukup di booster seat saja dan saya suapi 1 batang wortel kukus atau menu MPASI-nya yang utuh untuk digigit-gigit.

Gelas MinumTidak perlu yang mahal, cukup memberdayakan apa yang ada selama aman. Moms bisa ajarkan baby untuk belajar menyedot lewat sedotan walaupun awalnya baby gagal melakukannya, tapijika dilakukan terus menerus pasti bisa. Syukurlah Anaya kini sudah lancar menggunakan sedotannya di usia 7 bulan 2 minggu.

Food WarmerJujur, saya pakai Magic Jar untuk menghangatkan menu MPASI Anaya yang ada di kulkas. Tidak lama kok, hanya sekitar 3-5 menit. Moms bisa pakai khusus food warmer, tapi lagi-lagi karena budgeting control membuat saya mengikat dompet.

BlenderBagi sebagian Moms mungkin tidak memakai blender, selain karena teksturnya terlalu halus dan membuat bayi susah untuk naik tekstur, tapi juga proses penghancuran itu menyebabkan panas yang menghilangkan atau mengurangi beberapa nutrisi. Tapi saya pakai karena praktis pada awalnya, tapi hanya untuk bahan makanan tertentu seperti daging dan jagung. Sisanya pakai saringan semua.

Semoga bermanfaat.

By: Putri Theresia.