Review Pompa ASI: Manual Breast Pump Claire's

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Review Pompa ASI: Manual Breast Pump Claire's
Pemilihan pompa ASI merupakan hal yang sangat penting. Bagi saya kenyamanan kita pada saat pumping adalah faktor yang sangat penting. Saya seorang working mom dengan dua anak. Untuk rutinitas pumping sudah saya lakoni mulai anak pertama selama 2 tahun dan sekarang anak kedua sudah masuk 6 bulan. Pumping untuk stok ASIP sudah jadi agenda wajib bagi saya setiap hari di jam-jam tertentu. Biasanya subuh menjelang pagi sebelum berangkat kerja dan sepulang kantor sekitar jam 5 an. Sewaktu anak pertama, setiap jam istirahat kantor saya pulang ke rumah untuk sekedar pumping karena kondisi di kantor waktu itu yang sangat tidak memungkinkan untuk melakukan pumping. Kebetulan jarak rumah ke kantor saya hanya sekitar 10 menit jadi sangat bisa dimanfaatkan untuk sekedar bertemu dengan anak.
Awal jadi mama muda yang kurang pengalaman tentang pumping dan perintilannya, saya banyak bertanya dengan teman yang bergelut di dunia kesehatan, searching di google. Ada teman saya yang menyarankan untuk menggunakan pompa asi elektrik. Katanya bagus, ASInya cepat keluar. Pompa ASI elektrik lebih bagus dari yang manual. Jadinya waktu itu saya dipinjamin pompa ASInya. Saya mulai mencoba, sekali saya agak tidak sreg menggunakannya. Kedua kalinya sudah lumayan moms tapi masih ada tidak nyamannya. Berkali-kali saya menggunakan, hasil pumpingnya pun mentok 40-50 ml padahal payudaranya berisi.
Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba pompa ASI manual dan pilihan saya jatuh ke Manual breast Pump dari Claire’s. Percobaan pertama saya mulai tertarik moms dan seterusnya saya mulai jatuh cinta.
Alasan saya memilih Manual breast Pump dari Claire’s :
Nyaman
Bagi saya pompa ASI yang digunakan harus membuat mood kita nyaman. Selama menggunakan pompa ASI ini, alhamdulillah saya tidak ada kendala sama sekali moms. Hasil pumping nya pun alhamdulillah moms. Sekali pumping biasanya 150-210 ml dengan durasi 30 menit. Alangkah bagusnya moms, sambil breast feeding di payudara kanan, terus satunya kita pumping. Silikon Massage Pad nya tidak membuat payudara sakit jadi bisa rileks pumpingnya.
Praktis
Praktisnya sepaket moms. Praktis penggunaannya. Praktis dibawa kemana-mana. Praktis juga dibersihkan karena komponennya tidak banyak. Praktis juga merakitnya jika ingin digunakan lagi setelah dibersihkan dan pastikan semua komponen terpasang rapat.
Harga terjangkau
Untuk ukuran pompa ASI manual harganya lumayan terjangkau moms. Waktu itu saya belinya sekitar 250 ribuan. Tapi bagaimana pun harganya jika kita merasa nyaman pasti akan diusahakan juga kan moms untuk dibeli.
Pompa ASI manual ataupun elektrik semua mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan kita mesti memilih yang benar-benar sreg untuk digunakan. Semoga bermanfaat ya bagi mama-mama muda yang masih bingung untuk memilih pompa ASI yang cocok. Semoga segera menemukan pompa ASI yang sejodoh dengan anda moms.
