Ruam / Bercak Merah Setelah Demam pada Bayi, Amankah?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Hai Moms, aku mau bagi cerita sedikit tentang ruam / bercak merah yang muncul setelah demam pada bayi. Jadi Beverly – anakku, demam selama 2-3 hari dan suhunya selalu di atas 38° C sampai 39° C. Sebagai ibu, kita pasti khawatir jika demam anak tidak turun ya Moms.
Pada hari ke-2, demam Beverly hampir mencapai 40° C. Dini hari sekitar jam 4 subuh, aku dan suami membawa Beverly ke IGD untuk diperiksa karena demamnya semakin tinggi. Setelah dikasih obat melalui duburnya, kami diperbolehkan untuk pulang oleh dokter, dan demam Beverly dengan cepat menurun.
Tapi setelah demam turun, timbullah ruam / bercak merah di bagian leher dan punggungnya. Lalu keesokan harinya malah semakin banyak, dari muka hingga perut. Setelah mencari tahu, ternyata itu merupakan hal yang biasa. Jika bayi demam terlalu tinggi, bercak merah / ruam yang disebut roseola infantum itu sangat umum terjadi pada anak di bawah umur 2 tahun, dan Moms tidak perlu khawatir karena ini tidak menular.
Tidak ada perawatan yang benar-benar bisa mengatasi roseola, karena memang sangat umum terjadi pada balita dan akan hilang dengan sendirinya. Namun jika gejala ini tak juga berhenti yang kemudian diikuti dengan kejang-kejang dan demam tinggi, sebaiknya Moms langsung segera membawa si Kecil ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.
Semoga bermanfaat.
By: Vita oktavia
Copyright by Babyologist
