Konten dari Pengguna

Sadari Fibroadenoma Mammae (FAM) Sejak Dini

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sadari Fibroadenoma Mammae (FAM) Sejak Dini

Sadari Fibroadenoma Mammae (FAM) Sejak Dini
zoom-in-whitePerbesar

Fibroadenoma Mammae, bagi sebagian Moms ada yang tahu atau mungkin sudah pernah mengalami. Apakah itu fibroadenoma mammae atau yg sering di sebut FAM? Fibroadenoma paling sering terjadi pada wanita muda berusia di bawah 30 tahun. Dan saya mengalaminya saat usia saya masih 22th.

Bagaimana saya bisa mengetahui munculnya FAM?

SADARI (Periksa Payudara Sendiri), ya kita wanita memang harus melakukan gerakan SADARI untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Bagaimana cara melakukannya? Raba seluruh bagian payudara dengan tangan Moms dan periksa apakah ada benjolan yang terdeteksi. Namun, jangan segera memutuskan itu benjolan FAM ya Moms, karena benjolan pada payudara memang biasa muncul jika kita akan menstruasi. Untuk itu, lakukan observasi paling tidak 3 bulan ya Moms. Apakah benjolan tetap ada atau hilang.

Meskipun FAM tidak seperti kanker payudara, yang tumbuh cepat dari waktu ke waktu bahkan bisa menyebar ke organ lain, tapi jika dibiarkan tumor jinak bisa berkembang menjadi ganas. Untuk itu, pentinglah kita melakukan gerakan SADARI ya Moms.

Saat saya mengetahui keberadaan benjolan di payudara, saya tidak serta merta memutuskan itu FAM karena kondisi saya akan menstruasi, saya pikir ini hal yg biasa terjadi jika akan menstruasi. Saya observasi terlebih dahulu selama kurang lebih 3 bulan. Hasil yang saya dapatkan benjolan tersebut tetap ada di payudara kanan saya. Selain itu, saya sering merasakan tangan kanan mudah pegal dan sedikit nyeri di ketiak.

Sejak itulah saya memutuskan untuk periksa ke dokter karena saya merasa keberadaan benjolan tersebut menghambat aktivitas saya. Setelah diperiksa oleh dokter, dokter pun mengimbau saya untuk melakukan operasi pengambilan FAM tersebut. Saya pun tak berpikir panjang, saya hanya ingin segera mengangkat penyakit yg ada di tubuh saya ini.

Akhirnya saya pun dioperasi. Operasi FAM dilakukan dengan bius total. Ternyata ditemukan benjolan disudut yg lain sehingga saya pun di belah pada dua bagian. Saat bangun saya sudah dalam kondisi dada di perban dan sedikit sulit bergerak. Lumayan butuh perjuangan. Tapi demi kebaikan diri di kemudian hari, tak apa bersakit-sakit dahulu.

Setelah operasi dan dilakukan observasi, benar saja dokter mengatakan bahwa benjolan tersebut memang FAM yang artinya adalah tumor jinak. Saya sangat lega mendengarnya. Meski harus melewati fase pasca operasi selama 1 bulan yang cukup berat, tapi saya lega karena bibit penyakit itu sudah diambil.

Bagaimana ciri benjolan FAM itu?

1. Ukuran kecil2. Jika diraba, bergerak ke sana kemari (tidak mengakar di satu tempat)3. Bisa terdiri atas beberapa benjolan kecil

Nah Moms, mengetahui bahwa FAM kerap terjadi pada wanita, penting sekali kita melakukan gerakan SADARI ya Moms. Agar saat kita mengetahui keberadaannya, bisa langsung mengambil tindakan preventif demi kebaikan diri.