Konten dari Pengguna

Sariawan pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lesi mulut atau juga disebut sariawan adalah luka kecil dangkal di dalam mulut atau di dasar gusi. Penyakit ini sangat umum dan biasanya dapat didiagnosis dan dirawat sendiri. Sariawan dapat membuat nafsu makan si Kecil hilang. Jika biasanya dia makan lahap namun tiba-tiba rewel tidak mau makan, perhatikan mulutnya apakah ada bulatan putih atau kuning di gusi, bagian dalam gusi, atau bagian dalam pipi. Tanda-tanda tersebut adalah bisa jadi adalah tanda-tanda sariawan.

Bayi yang berusia 10 bulan dan lebih muda jarang mengalami sariawan. Namun, tentu saja berapa pun usia si Kecil, dia tetap mempunyai kemungkinan untuk terkena sariawan.

Beberapa pemicu sariawan pada bayi

  • Luka pada mulut karena tidak sengaja menggigit lidah atau bagian dalam bibir
  • Kekurangan vitamin dan mineral tertentu misalnya kekurangan seng, zat besi, asam folat dan vitamin B-12
  • Infeksi jamur, bakteri dan virus
  • Terjangkit penyakit tertentu seperti penyakit radang usus atau penyakit celiac
  • Alergi makanan
  • Sensitif terhadap buah-buahan yang memiliki citarasa asam seperti jeruk dan stroberi

Langkah-langkah mengatasi sariawan pada bayi

Sariawan akan hilang dengan sendirinya sekitar 7-10 hari. Rasa sakit karena sariawan bisa berlangsung selama 3-4 hari. Jika Moms mengetahui si Kecil menderita sariawan, segera atasi rasa perihnya dengan cara berikut :

  • Kompres sariawan dengan es batu untuk membuat sariawan menjadi mati rasa.
  • Minta si Kecil untuk minum sedikit-sedikit namun sering agar rongga mulutnya basah dan mencegah si Kecil dari dehidrasi.
  • Berikan makanan bersuhu dingin dan bertekstur lembut, misalnya es krim.
  • Buatlah larutan pereda perih sariawan dari air, garam dan soda kue. Celupkan kapas pada larutan tersebut dan tempelkan kapas ke daerah yang terkena sariawan. Lakukan hal ini 3-4 kali sehari.

Jangan memberi makanan yang terlalu panas atau terlalu asam saat si Kecil terkena sariawan karena akan membuat mulutnya semakin perih. Untuk mencegah sariawan, selalu jaga kebersihan mulutnya dengan menggunakan sikat gigi khusus bayi. Sikat gigi 2x sehari agar sisa makanan pemicu sariawan hilang.

Periksakan ke dokter apabila sariawan si Kecil tidak segera sembuh dalam waktu lebih dari 2 minggu atau jika sariawan menyebabkan demam, ruam kulit, atau pembengkakan kelenjar getah bening.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist

Copyright by Babyologist