Seberapa Amankah Water Birth?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut Chess Thomas, Editor Penelitian dan Guru Antenatal, water birth atau melahirkan di dalam air baik untuk Moms dan si Kecil jika dalam keadaan sehat dan kehamilan berjalan dengan baik. Melahirkan di dalam air berarti Moms harus menggunakan kolam bersalin (birthing pool/bath) selama tahap pertama persalinan. Tahap tersebut adalah tahap saat Moms mengalami kontraksi sebelum tahap mendorong si Kecil keluar.
Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa bayi yang lahir di air kurang sehat daripada bayi yang lahir di luar air. Belum ada cukup bukti untuk mengatakan apakah melahirkan dalam air lebih aman, atau kurang aman, daripada melahirkan di luar air. Namun, penelitian yang dilakukan oleh Chess Thomas dan rekan-rekannya sejauh ini menunjukkan bahwa kesehatan bayi yang lahir di air dan bayi yang lahir di luar air adalah serupa. Penelitian tersebut mengamati skor Apgar, yang merupakan cara mengukur kesehatan bayi saat lahir.
Penelitian tersebut melihat tingkat infeksi neonatal serta berapa banyak bayi yang membutuhkan perawatan khusus, dan menemukan bahwa angka-angka serupa untuk bayi yang lahir di air dan mereka yang lahir di luar air.
Bidan atau perawat Moms akan selalu mengikuti panduan tertentu untuk mengurangi risiko kesehatan bagi Moms dan si Kecil selama persalinan di dalam air. Ini termasuk:
Memutuskan apakah aman bagi Moms untuk menjalani water birth, baik selama kehamilan atau persalinan itu sendiri.
Membersihkan kolam dengan benar untuk mengurangi risiko infeksi.
Menjaga air pada suhu yang nyaman untuk Moms dan tidak lebih panas daripada 37,5 derajat Celsius.
Moms mungkin khawatir si Kecil akan menelan air jika dia lahir di kolam bersalin dan mencoba mengambil nafas pertamanya sebelum dia mencapai permukaan. Namun, refleks pernapasan pada bayi baru lahir yang sehat tidak akan dilakukan sampai wajah, hidung, dan mulutnya terstimulasi oleh paparan udara.
Ketika Moms melahirkan di air, dokter akan menjelaskan kepada Moms bagaimana menjaga pantat dan kepala si Kecil di bawah air sampai seluruh tubuhnya lahir. Ini mencegah refleks pernapasannya untuk memulai terlalu cepat. Jika Moms merencanakan untuk melahirkan di dalam air, bicarakan dengan dokter saat konsultasi.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor
Copyright by Babyologist
