Konten dari Pengguna

Selang 2 Bulan Kuret, Aku Hamil Lagi

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sedikit berbagi cerita di masa-masa indah kehamilanku Alhamdulillah kini kehamilanku yang ke 2 anak pertamaku sudah memasuki usia kandungan 30 weeks. Pasti pada bertanya-tanya ya kehamilan kedua tapi anak pertama? Kug bisa? Yupss moms dikehamilan pertamaku, aku mengalami keguguran karena hamil BO di usia kandungan yang mau menginjak 3 bulan.

Flashback sedikit ya buat sharing, jadi dikehamilan pertamaku itu sejak aku positif hamil aku memang tidak pernah periksa kandunganku sama sekali baik itu ke dokter maupun ke puskesmas hanya rutin minum susu hamil saja, sampai dimana akhirnya aku mengalami pendarahan hebat. Awal terjadi pendarahan itu saat aku pulang kerja dan kebetulan waktu itu aku masuk shift siang yang pulangnya malam hari, ntah kenapa saat itu aku merasa lelah, pegal disekujur badan. Berhubung jarak kantor dengan rumah lumayan jauh jadi sengaja aku mampir ke kost an temanku yang lokasinya tak jauh dari kantor, biar nanti pulangnya minta dijemput suami.

Setibanya di kost, tiba-tiba aku merasa kurang nyaman (maaf) seperti ada yg keluar dr Miss V rasanya seperti menstruasi, seketika langsung panik bukan main (memang dasar aku orangnya panikan) buru-buru pergi ke kamar mandi buat cek, seketika tangisku pun pecah heboh nangis tak ada henti karena memang dugaanku benar aku mengalami pendarahan saat itu. Sedihnya suamiku saat itu masih kerja masuk shift sore yang artinya baru bisa beranjak dari kantor jam 12 malam sekalipun itu mendesak tetap tidak bisa karena posisinya tidak ada yang menggantikan. Tapi baiknya Allah hadirkan teman-teman yang super duper baik diseklilingku mereka adalah ita dan irin (terimakasih kakak-kakakku terharu ingat pengorbanan kalian saat itu) saat itu juga aku ditemani kakakku ita mencari RS ibu & anak yg masih buka (waktu itu kisaran jam 10 malam).

Beruntungnya kita menemukan RS yang masih buka dan setelah di cek sama dokter kesimpulannya aku keguguran dilayar usg hanya nampak kantong kehamilan saja karena hamil BO dan mengharuskan aku untuk segera melakukan tindakan kuretase , musibah apa ini? sempat berpositif thinking mungkin si baby nya malu lagi sembunyi kali ya, jadi aku putusin buat periksa kembali namun ke dokter yang lain esoknya, mungkin saja si baby mau muncul dan tidak sembunyi lagi. Esok harinya lagi-lagi suamiku masuk shift sore jadi otomatis belum bisa lagi nemenin periksa istrinya karena jadwal dokternya kebetulan juga sore. Lagi-lagi yang setia menemaniku duo kakakku ita dan irin, kali ini dokter yang menanganiku dokter favorit para bumil di Malang namanya dr. Bambang, berharap jawaban beliau memberi secercah harapan positif tapi nyatanya lagi-lagi kesimpulannya aku hamil BO dan wajib segera kuret untuk dibersihkan rahimku supaya bisa hamil lagi.

Dokter juga memberiku surat rujukan ke salah satu RS di Malang untuk opname malam itu juga untuk besok paginya dilakukan tindakan kuret. Sedih? sudah pasti, Takut? sangat secara aku orangnya takut sama jarum suntik apalagi ini kuret, ya walaupun operasi kecil tapi bagiku tetap menakutkan. Tapi kabar baiknya aku bakalan dibius total saat kuret, yeaaay anyway waktu tindakan kuret tidak berasa sama sekali (efek bius total membuat aku ngefly) bangun-bangun sudah didorong keluar ruang operasi, sakitnya hanya ketika diberi obat untuk membersihkan/meluruhkan isi yang ada di dalam rahim (nangis, sakit jadi satu karena lihat gumpalan-gumpalan yang seharusnya jadi calon babyku keluar terus menerus). Subhanallah sakitnya jangan ditanya lagi ya mules tidak karuan, versinya orang-orang yang pernah kuret dan melahirkan katanya sakitan yang ini.

Usai kuret dapat nasihat dari dokter kalau aku boleh hamil lagi tapi harus menunggu sekali siklus haid. Syukur Alhamdulillah, Allah maha baik selang 2 bulan usai kuret aku diberi kepercayaan lagi buat hamil, senangnya Di kehamilan keduaku kali ini suami jadi super duper protective, aku disuruh resign dari pekerjaanku dan bedrest total dirumah. Maklum keinginan si suami punya baby begitu besar, mungkin dia juga sangat terpukul waktu aku keguguran di kehamilan yang pertama kemarin hanya saja tidak ditunjukkin ke istrinya.

Belajar dari pengalaman hamil pertama yang tidak pernah periksa kandungan sama sekali, kali ini suamiku yang exited menemani istrinya kontrol tiap bulan, marah kalo istrinya lupa minum susu hamil, lupa minum vitamin dll. Alhamdulillah kehamilanku kali ini termasuk kehamilan yang enak karena jarang sekali ngrasain yang namanya mual, makan lancar, tidak pusing. Hanya saja akhir-akhir ini merasakan apa yang dirasakan kebanyakan bumil diluaran sana punggung pegelnya subhanallah, kaki mulai bengkak, perut begah tapi semua terbayarkan ketika si kicik aktif nendang lembut di dalam perut. sekian cerita kehamilanku kali ini, sehat-sehat ya nak sampai bertemu bulan Agustus..