Konten dari Pengguna

Mengenal Separation Anxiety pada Balita

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengenal Separation Anxiety pada Balita
zoom-in-whitePerbesar

Moms pasti terkadang dibuat emosi dan pusing oleh tangisan anak kita ketika mereka tidak mau ditinggal. Kadang ketika ditinggal ke kamar mandi pun si Kecil malah menangis seperti akan ditinggal jauh. 

Itu adalah tanda bahwa anak Moms sedang mengalami separation anxiety. Di mana anak merasa ketakutan untuk berpisah, terutama biasanya berpisah dari ibunya. Namun tenang saja Moms, karena itu merupakan tanda fase perkembangan normal seorang anak.

Ada sisi positif dari separation anxiety, yaitu:

  • Anak memiliki kedekatan yang baik dengan ibunya

  • Saat anak besar nanti akan cenderung menjadi lebih mandiri dan percaya diri.

Ciri-ciri anak mengalami separation anxiety:

  • Tidur malam sering terbangun

  • Bangun tidur lebih cepat dan tidak akan mau tidur lagi jika tidak ada ibunya

  • Hanya mau dekat ibunya, sangat ingin dimanja, ibunya harus selalu terlihat dalam pandangan mata anak

Sedikit sharing, sebagai ibu pekerja, walaupun setiap hari anak saya biasa ditinggal, separation anxiety semakin parah ketika harus ditinggal tugas keluar kota. Walaupun lelah dan menguras emosi sebagai ibu, kita harus tetap sabar dan menyadari bahwa anak hanya takut kehilangan kita. 

Ada beberapa cara mengatasi separation anxiety:

  • Tetap tenang Kita harus mengontrol emosi, karena emosi kita tidak akan menyelesaikan masalah ini. Anak hanya semakin menangis dan merasa tidak dimengerti.

  • Gaining Trust Selalu tepati janji kepada anak, jika kita mengatakan akan pergi 1 jam, maka tepatilah. Dengan begitu, anak juga akan percaya saat kita bilang akan kembali, kita pasti kembali.

  • Selalu "Say Goodbye" Biasakan selalu berpamitan saat akan pergi. Jangan pergi diam-diam.

  • Biasakan bertemu dengan orang yang akan dititipkan. Biasakan anak kita bermain bersama orang yang akan kita titipkan supaya tidak mereka kaget ketika ditinggal.

  • Buat suasana senyaman mungkin. Bawakan mainan kesayangannya, buat suasana senyaman mungkin untuk anak kita.

Separation axiety pasti akan berakhir Mom, kita hanya buuh kesabaran untuk melaluinya.

Semoga bermanfaat.

By: Tania Margaret

Copyright by Babyologist