Konten dari Pengguna

Serba-serbi Posisi Seks agar Cepat Hamil

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Serba-serbi Posisi Seks agar Cepat Hamil
zoom-in-whitePerbesar

Pasangan baru yang ingin segera memiliki keturunan seringkali dipusingkan dengan pertanyaan seperti: Posisi bercinta manakah yang paling baik agar cepat hamil? Apakah orgasme memperbesar kemungkinan adanya pembuahan? Serta apakah Moms perlu tetap berbaring setelah berhubungan seks untuk memperbesar peluang agar hamil? Berikut ini penjelasan untuk ketiga pertanyaan umum tersebut.

Apakah posisi bercinta tertentu lebih baik daripada posisi lainnya agar cepat hamil?

Tidak ada bukti ilmiah bahwa posisi bercinta tertentu lebih cenderung mengarah pada pembuahan. Moms mungkin pernah mendengar bahwa beberapa posisi lebih menjanjikan kehamilan daripada yang lain karena sperma disimpan paling dekat dengan leher rahim. Akan tetapi, tidak ada studi ilmiah yang mendukung pernyataan ini.

Di sisi lain, waktu yang tepat saat berhubungan seksual merupakan faktor penting. Sebagian besar wanita hanya subur untuk enam hari paling banyak selama setiap siklus. Jendela kesuburan terbuka lima hari sebelum ovulasi dan ditutup pada hari ovulasi. Moms paling subur sesaat sebelum ovulasi, jadi untuk membuat pembuahan lebih mungkin, lakukan hubungan seks pada hari-hari sebelum dugaan siklus ovulasi Moms dan kemudian pada hari ovulasi.

Juga tidak ada kebenaran pada anggapan bahwa Moms tidak boleh berhubungan seks terlalu sering. Jika sperma pasangan Moms normal, sperma akan diproduksi kenbali dari hari ke hari, jadi tidak perlu menunggu. Yang terpenting adalah melakukan hubungan seks dekat dengan hari berovulasi.

Apakah mengalami orgasme meningkatkan peluang untuk hamil?

Beberapa orang percaya bahwa seorang wanita yang mengalami klimaks setelah pasangannya ejakulasi lebih mungkin untuk hamil, tetapi tidak ada bukti yang mendukung gagasan ini.

Orgasme wanita tidak diperlukan untuk pembuahan, tetapi ada kemungkinan bahwa kontraksi rahim dari orgasme mendorong sperma menuju saluran tuba (rahim juga berkontraksi tanpa sadar ketika Moms tidak berhubungan seks, terutama sekitar waktu ovulasi).

Apakah Moms harus tetap berbaring setelah berhubungan seks untuk memperbesar peluang hamil?

Tidak ada bukti bahwa aksi ini akan membuat perbedaan. Saat ovulasi semakin dekat, Moms mungkin melihat cairan vagina yang lengket (lendir serviks). Lendir jenis ini 'menangkap' sperma, jadi meskipun beberapa semen merembes, sebagian besar sperma tetap hidup di dalam tubuh Moms. Dan dengan jutaan sperma dalam setiap ejakulasi, harus ada banyak dari mereka yang menuju telur, bahkan jika Moms segera bangun.

Perlu diingat bahwa jika Moms telah mencoba untuk hamil selama satu tahun atau lebih tanpa hasil (enam bulan bagi Moms berusia 35 tahun atau lebih) atau jika Moms memiliki periode ovulasi yang tidak teratur, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan spesialis kesuburan.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist

Copyright by Babyologist