Konten dari Pengguna

Setelah Melahirkan Tidak Boleh Keramas, Benarkah?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah Melahirkan Tidak Boleh Keramas, Benarkah?
zoom-in-whitePerbesar

Banyak dari kita masih mengikuti tradisi orang tua, di mana setelah melahirkan, kita tidak boleh mandi atau keramas selama 30 hari, bahkan 40 hari. Alasannya adalah setelah melahirkan, pori-pori kita sedang terbuka, jika keramas akan gampang masuk angin dan mengakibatkan efek di hari tua nanti seperti rematik dan tubuh si Ibu menjadi mudah sakit. Ada beberapa tradisi di mana si Ibu boleh mandi di hari ke-12 dan selanjutnya setelah 30 hari.

Asumsi tubuh gampang sakit di hari tua itu belum bisa 100 persen dibenarkan ya, Moms. Tapi jika kita tidak mandi keramas selama sebulan, itu berbahaya untuk bayi kita lho. Rambut dan badan kita otomatis kotor jika tidak mandi, meskipun hanya di rumah dan tidak beraktivitas. Pada saat kita menggendong bayi ataupun breastfeed si Kecil, badan kita harus dalam kondisi bersih.

Setelah melahirkan kita tetap boleh mandi/keramas dengan kondisi:

  • Mandi dengan air panas yang dimasak dengan daun sirih, menurut tradisi untuk mengantisipasi agar badan kita tetap hangat.

  • Keramas tetapi tidak setiap hari, jika kondisi rambut sudah berbau, berminyak dan kotor, cuci bersih rambut dan langsung dikeringkan dengan hairdryer.

  • Memakai pakaian yang tertutup sehabis mandi/keramas agar badan tetap hangat.

Kebersihan tetap nomor satu ya, Moms.

 

Semoga bermanfaat.

By: Junis Kenshi

Copyright by Babyologist