Setiap Anak Itu Istimewa

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Setiap Anak Itu Istimewa
Setiap anak itu istimewa. Setiap anak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda. Sebagai orang tua tugas kita mengajari dan melatih anak. Salah satunya menyaksikan tumbuh kembang untuk pandai berjalan. Mempunyai anak balita yang tumbuh kembangnya mungkin tidak sesuai dengan anak seusianya bisa saja membuat kita para ibu galau, sedih dan terkadang sakit hati jika mendengar celotehan orang-orang tentang anak kita.
Anak saya yang pertama pandai berjalan di usia 1 tahun. Bagi saya itu usia ideal tapi bagi sebagian orang katanya termasuk lambat. Saya tipe ibu yang tidak terlalu ambil hati moms perkataan orang karena kalau mau dimasukin ke hati jadinya stress. Dibawa santai saja, dalam hati saya semua anak diciptakan sama Allah itu istimewa.
Pengalaman saya sama suami melatih anak jalan itu cukup heboh dan menyenangkan moms. Jadinya bisa sekalian quality time sama anak dan suami. Sebisa mungkin dalam sehari kita melatih anak untuk berdiri. Biasanya saya dan suami melakukannya pada pagi hari sebelum masing-masing berangkat kerja dan sepulang bekerja biasanya setelah anaknya makan malam. Minimal bisa sampai 20 menitan lah moms latihannya. Triknya biasa suami atau saya megang mainan yang full colour dan menarik perhatian anak. Anaknya dibuat posisi berdiri untuk berjalan dengan iming-iming mainan tadi. Selangkah dua langkah trus terjatuh itu biasa ya moms, yang diperlukan kesigapan kita untuk menahan anak agar anggota badannya tidak kebentur lantai atau benda keras lainnya. Saya dan suami melakukan rutin agar anaknya juga jadi terbiasa.
Terkadang pula saya dan suami melakukannya di luar rumah untuk membuat suasana berbeda bagi anak. Mungkin kita sebagai orang tua tidak bosan tapi belum tentu anak kita merasakan hal yang sama. Biasanya anak saya senang kalau di luar rumah karena banyak yang bisa dilihat dan membuat dia penasaran untuk mengambilnya dengan berjalan. Dalam melatih anak, usahakan kita orang tua harus sesantai mungkin. Jangan panik karena biasa anaknya ikutan panik dan tidak konsentrasi akhirnya terjatuh lagi.
Menggunakan media untuk melatih anak berjalan. Biasanya saya dan suami menggunakan barang-barang yang ada di rumah moms. Biasanya anak saya diposisikan berdiri dengan memegang kursi yang ringan atau menggunakan kereta dorongnya. Dengan begitu anak tinggal melangkah sambil memegang media tadi. Berjalan dengan bantuan lebih kepada melatih gerakan kaki anak untuk berayun agar bisa lancar berjalan. Setelah itu bisa dengan tanpa bantuan.
Awalnya selangkah jatuh, diposisikan berdiri lagi. Begitu seterusnya sampai anaknya bisa lebih dari selangkah dan akhirnya bisa berjalan.Bagi saya dan suami tidak ada kata terlambat selama kita mau dan tidak jenuh melatih anak untuk berjalan. Jangan risau jika mendengar celotehan orang lain tentang anak kita. Yakin saja kalaupun anak kita lebih lamban pandai berjalan dibanding anak lain tapi insyaAllah anak kita juga punya kelebihan di hal yang lain dibanding anak lain seusianya. Jangan putus asa ya para orang tua muda untuk melatih anak pandai berjalan, selama kita ada kemauan insyaAllah anak kita akan pandai nantinya. Ingat saja kalau anak kita istimewa. Itu pengalaman saya dan suami dalam melatih anak berjalan.
