Konten dari Pengguna

Si Kecil Sering sakit? Mungkinkah Jarang Makan Daging?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Si Kecil Sering sakit? Mungkinkah Jarang Makan Daging?
zoom-in-whitePerbesar

Namun saya perhatikan, karena porsi makannya sangat sedikit dan cenderung bukan makanan yang banyak gizinya, saya mulai bertekad ingin memberikan sop daging rutin selama masa pertumbuhannya.

Dulu Kimmy rentan sakit batuk pilek, juga ketika sudah sakit agak lama baru sembuh. Saya perhatikan ketika dia mulai rutin mengkonsumsi sop daging seperti daging sapi, babi, ataupun ayam kampung, kekebalan tubuhnya membaik. Ia makin jarang tertular batuk pilek dan jika sudah tertular sakit biasanya lebih cepat sembuh daripada biasanya. Biasanya saya masak menggunakan slow cooker dari malam hari, sehingg apagi hari dagingnya sudah sangat empuk dan siap dimakan.

Daging merah seperti daging sapi sangat diperlukan pada masa pertumbuhan emas anak di usia 2-3 tahun. Manfaat mengkonsumsi daging merah adalah:

Tinggi protein dan lemak serta zat besi. Zat besi dibutuhkan sebagai bahan dasar pembentukan sel darah merah, sedangkan sel darah merah sendiri fungsinya sangat penting, yaitu membawa oksigen dan nutrisi ke otak dan seluruh sel tubuh lainnya. Zat Besi juga penting untuk pertumbuhan fisik dan melindungi tubuh dari penyakit.

Mengandung Omega 3 dan Omega 6 yang penting bagi pertumbuhan otak anak.

Kandungan nutrisi yang terkandung pada daging sapi bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah anemia.

Sebaiknya beli daging bagian tulang iga yang banyak mengandung kaldu sapi dan sumsum. Sehingga rasa sopnya akan lebih gurih daripada bagian daging lainnya. Biasakan untuk merebus buang 1-2 kali sebelum dimasukkan kedalam slow cooker. Hal ini untuk menghilangkan lemak berlebih dari daging iga tersebut juga supaya lebih higienis.

 Bagaimana memilih daging sapi yang bagus?

Warna daging Daging yang segar dan berkualitas tentunya berbeda dengan daging yang sudah tidak layak konsumsi atau sudah busuk. Perhatikan warna dagingnya jika berwarna merah segar bukan berwarna pucat.

Tekstur daging Apabila tekstur daging sapi terasa kenyal dan posisinya kembali seperti semua saat ditekan, maka daging tersebut masih baru.

Aroma atau bau daging Jika aromanya terasa asam atau bau tidak biasanya, bisa jadi daging tersebut sudah tidak layak untuk di konsumsi.

Tidak berair Pastikan daging yang dipilih tidak berair, karena bisa jadi daging sapi tersebut merupakan daging gelonggong. Namun kalau yang menetes dari daging tersebut adalah darah, maka tidak masalah Anda membelinya karena itu merupakan 'sari' dari daging sapi.

Hindari memilih daging beku Mungkin daging beku masih bagus, namun kesegarannya tentu sudah berkurang. Jika terpaksa membeli daging beku, pilihlah daging yang tidak terdapat bunga es. Daging yang terdapat bunga es tentunya sudah lama dan tidak segar.

Semoga bermanfaat.

By: Ricka Puspita Atmadja