Konten dari Pengguna

Sindrom Aspirasi Mekonium, Kelainan di Cairan Ketuban yang Membahayakan Bayi

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sindrom Aspirasi Mekonium, Kelainan di Cairan Ketuban yang Membahayakan Bayi

Mekonium adalah zat yang pertama kali dikeluarkan dari bayi yang baru lahir. Kotoran bayi yang baru lahir memiliki karakteristik berwarna hijau tua dan kental. Kotoran itu mengandung sel epitel usus, lanugo, lendir, dan sekresi usus (misalnya empedu). Mekonium bersifat steril dan tidak mengandung bakteri, yang merupakan faktor utama yang membedakannya dari tinja.

Pengertian sindrom aspirasi mekonium

Sindrom aspirasi mekonium (meconium aspiration syndrome) adalah gangguan pernapasan yang dialami bayi sesaat setelah lahir. Kasus ini dilaporkan terjadi sekitar 5-20% dari semua kelahiran.

Penyebab sindrom ini adalah bayi tersedak mekonium yang bercampur dengan air ketuban. Cairan yang seharusnya dikeluarkan itu malah masuk ke paru-paru bayi dan menghalangi jalan napasnya. Akibatnya, bayi tidak bisa bernapas secara wajar.

Faktor peningkat risiko sindrom aspirasi mekonium

Bayi dapat terkena sindrom aspirasi mekonium ini jika dia kekurangan oksigen saat di dalam rahim, ibu mengidap diabetes, ibu mengidap tekanan darah tinggi, kehamilan lebih dari 40 minggu, infeksi, proses persalinan yang sulit atau lama.

Gejala sindrom aspirasi mekonium

Apabila kandungan mekonium merembes ke cairan ketuban, cairan ketuban akan terlihat berwarna kehijauan. Gangguan pernapasan ditunjukkan dengan kulit bayi yang kebiruan. Bayi sulit bernapas, terengah-engah, bahkan berhenti bernapas.

Perawatan sindrom aspirasi mekonium

Diagnosis sindrom aspirasi mekonium biasanya sudah dapat diketahui segera setelah bayi dilahirkan. Tim medis akan segera membawa bayi ke NICU (Neonatal Intensive Care Unit) untuk dibantu bernapas. Dia juga akan dijaga suhu tubuhnya dengan menggunakan penghangat. Apabila sindrom ini ditangani dengan cepat dan tepat, kemungkinan sembuhnya sangat tinggi.

Pencegahan sindrom aspirasi mekonium

Untuk mencegah kemungkinan munculnya sindrom ini pada bayi setelah melahirkan, lakukan beberapa tindakan pencegahan sebagai berikut:

  • Hindari kelelahan dengan cara tidak terlalu keras dalam bekerja
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang
  • Jaga berat badan agar sesuai dengan usia kehamilan
  • Jangan merokok
  • Jangan minum minuman keras
  • Periksakan kandungan secara teratur (antenatal care)

Apabila Moms mengalami kenaikan berat badan sangat rendah atau sangat tinggi, segera periksakan diri Moms ke dokter. Pemeriksaan USG akan menunjukkan kondisi lengkap dari janin. Dokter akan mewaspadai apakah pertumbuhan janin terhambat atau volume cairan ketuban berkurang. Jika seluruh diagnosis menunjukkan positif, dokter akan melakukan beberapa perawatan sebagai berikut:

  • Terapi oksigen untuk memastikan bahwa ada oksigen cukup yang masuk ke dalam darah
  • Menggunakan penghangat untuk membantu bayi menjaga suhu tubuh
  • Terapi obat ampisilin atau gentamisin untuk mencegah atau mengobati infeksi
  • Menggunakan venitilator untuk membantu bayi bernapas
  • Melakukan oksigenasi membran ekstrakorporeal