Single atau Dual Pump: PIlih yang Mana Ya?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Memompa ASI menjadi salah satu cara untuk menaikkan supply ASI agar kebutuhan si Kecil dapat terpenuhi. Saat ini banyak sekali variasi alat pompa yang menawarkan fitur canggih dengan berbagai model. Pada tahun-tahun sebelumnya, pompa ASI identik dengan manual dan single pump saja. Namun saat ini banyak pompa ASI yang menggunakan double pump yang bisa dikonversikan menjadi single pump sesuai kebutuhan. Lalu, manakah yang lebih efektif antara single pump atau dual pump?
Setiap pilihan tentunya ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Simak yuk penjelasan berikut ini:
- Dual PumpJika Moms menggunakan dual pump, waktu yang digunakan untuk memompa ASI lebih cepat sehingga sangat efisien dan efektif. Hasil pompa menggunakan dual pump juga lebih banyak karena bisa menampung LDR (Let Down Reflex) dari kedua payudara sekaligus. Namun, peralatan pompa yang harus dicuci steril juga lebih banyak sehingga cukup merepotkan. Lalu bawaan untuk pumping di luar juga lebih banyak dan berat. Dual pump cocok sekali untuk working Moms ketika pumping di kantor.
- Single PumpUntuk single pump, Moms cukup memakai satu corong saja. Yang berarti, perlengkapan yang harus dibersihkan lebih sedikit. Namun jika Moms menggunakan single pump, waktu yang diperlukan untuk memompa cukup banyak sehingga cukup menyita waktu.
Kalau saya pribadi lebih suka memakai dual pump. Karena saya seorang working Moms yang memiliki keterbatasan waktu untuk pumping. Pompa ASI dengan dual pump sangat membantu saya untuk memerah ASI lebih cepat dan efektif. Selain itu, hasil pumping pun lebih banyak daripada memakai single pump. Kalau Moms lebih suka pakai yang mana?
Semoga bermanfaat.
By: Elisa Februanti
Copyright by Babyologist
