Konten dari Pengguna

Skin Care Ibu Hamil dan Menyusui

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Skin Care Ibu Hamil dan Menyusui
zoom-in-whitePerbesar

Salah satu dilema para ibu hamil dan menyusui adalah, ingin tetap melakukan perawatan kulit terutama bagian wajah. Kenapa kita harus repot merawat wajah yang susah-susah gampang? Apalagi kalau sudah punya anak, mana sempat?

Di sini saya tidak mengajak untuk mengubah wajah atau mempercantik wajah ya Moms. Hanya merawat kulit wajah karena usia semakin bertambah. Kulit agak susah untuk memproduksi collagen sendiri. Makanya yang terjadi adalah muncul keriput, kusam, dll. 

Bagaimana cara kita merawat wajah? Yang perlu kita tahu adalah basic skincare. Setelah itu kenali jenis kulit dan permasalahan kulit kita. Khususnya untuk bumil dan busui yang memang harus selektif dalam memilih skincare.

Hormon ketika hamil biasanya berbeda kondisinya dengan sebelum hamil. Ingin merawat kulit dengan baik, tetapi di sisi lain ada beberapa kandungan produk skincare yang harus dihindari oleh ibu hamil. Khusus untuk ibu menyusui, saya search di Google tapi masih belum menemukan kalau kandungan skincare bisa masuk ke dalam ASI. Tapi jika Moms pernah menemukan ada research tentang kandungan produk skincare yang bisa mempengaruhi ASI, boleh di-share ya Moms. Setidaknya, rulesnya dibuat sama dengan ibu hamil, karena produk skincare yang dihindari ini kemungkinan bisa mempengaruhi pertumbuhan janin.

Sebenarnya menurut dokter, produk-produk skincare yang over the counter itu generally aman untuk bumil. Tetapi memang ada beberapa kandungan yang sebaiknya dihindari. Perlu diingat, bumil tetap harus konsultasi dengan dokter. Kalau memang selama ini sedang perawatan dengan dokter SpKK, katakan pada dokter bahwa Anda sedang hamil. Setelah mendapatkan resep/produk dari dokter, konsultasikan lagi dengan dokter SpOG, katakan bahwa Anda mendapatkan resep/produk tersebut dan tanyakan apakah aman untuk bumil.

Kandungan Skincare yang Harus Dihindari

Selanjutnya, kita akan membahas tentang kandungan apa saja yang harus dihindari oleh bumil dan busui pada produk skincare. 

  • Salicylic Acid (BHA)Biasanya ada di facial wash, exfoliating toner, moisturizer, yang concern untuk masalah wajah berjerawat. Selain itu biasanya di aesthethic clinic, ada pada treatment facial peeling. Akan tetapi, jika dosisnya kurang dari 2% masih dalam kategori aman. 

  • Retinol, turunan vitamin A:Biasanya ditemukan pada produk anti-aging. Produk ini sebenarnya dihindari oleh bumil. Jangan lupa cek komposisi. 

  • Benzoyl PeroxideBiasanya produk acne spot treatment. Jika persentase dibawah 5% masih tergolong aman. 

Dari ketiga bahan tersebut, ada lagi kandungan yang hukumnya wajib dihindari. Tidak hanya untuk bumil dan busui, tapi bagi semuanya yang berniat merawat kulit. Kandungan ini merupakan kandungan berbahaya jika dipakai terus menerus. 

<ul>

  • Merkuri, biasanya ada pada krim pemutih. 

  • Hydroquinone, biasanya ada pada krim pemutih.

  • Steroid, biasanya ada pada krim jerawat.

Jika 3 kandungan ini ada pada produk skincare kita, efeknya akan terlihat di wajah. Seperti muncul flek hitam, jerawat meradang, kulit terkelupas, kulit putih pucat, sensitif terhadap cuaca panas, matahari, bahkan ketika makan makanan pedas, muka langsung memerah seperti kepiting rebus. Selain itu, muncul garis-garis merah seperti pembuluh darah, kulit wajah serba sensitif pokoknya. Untuk yang jerawatan, jerawat akan tetap ada, muka mengkilap undertone skin jadi putih pucat. 

Skincare routine-nya bumil harus yang bagaimana? Sesuaikan saja dengan yang biasa Moms pakai. Tapi cek lagi, apakah ada komposisi yang memang harus dihindari. Berikut ini basic skincare untuk ibu hamil dan menyusui.

Basic skincare bumil & busui

  • Double CleansingKenapa harus double? Jadi saat mencuci muka, kita punya first dan double cleanser. Berguna untuk menghilangkan debu, make up, sunscreen dan bahkan komedo juga ikut luruh. - First Cleanser biasanya berbahan dasar oil, cream, milk. Contoh produk: Biore Cleansing Oil, Viva Milk Cleanser, Sensatia Botanicals Cream Cleanser, dll. - Second Cleanser biasanya bahan dasarnya water/aqua. Ini sudah sering kita pakai, biasanya disebut face wash, facial foam, facial cleanser, dll. Second cleanser yang bebas SLS, SLES, ALS, ALES ini lebih baik karena tidak irritating dan membuat wajah terasa seperti tertarik. Saya biasanya pagi hari cuma cuci muka satu kali menggunakan second cleanser. Lalu pada malam hari menggunakan first dan second cleanser.

  • Toner/Double TonerKalau saya hanya pakai satu jenis toner, yaitu hydrating toner. Walaupun wajah saya beberapa bagian ada yang berminyak, tetap harus saya beri hidrasi. Karena wajah berminyak itu juga bisa dehidrasi sehingga memicu produksi minyak yang berlebih karena kekurangan air sehingga muncullah jerawat dan komedo. Untuk yang biasanya memakai exfoliating toner, boleh dikonsultasikan dengan dokternya ya. Biasanya exfoliating toner yang dihindari yaitu yang jenis BHA. Exfoliating Toner jenis AHA dan PHA masih tergolong aman untuk bumil.

  • MoisturizerJangan lupakan pelembap, untuk semua jenis kulit. Walaupun kulit berminyak, jangan hindari pelembap. Pilih pelembab sesuai dengan jenis kulit, biasanya untuk yang berminyak lebih baik yang berbentuk gel. Jangan lupa cek komposisi moisturizer. Apakah ada kandungan yang dihindari oleh bumil.

  • SunscreenApakah bumil boleh memakai sunscreen? BOLEH. Lebih baik memilih sunscreen jenis physical sunscreen atau mineral sunscreen. Biasanya ada kandungannya Titanium Dioxide dan Zinc Oxide. 

 

Semoga bermanfaat.

By: Nawang Khusnul Muliawaty

Copyright by Babyologist