Sleep Training: Lepas Ayunan dan Tidur Tanpa Gendong

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bayi mana yang tidak suka digendong? Media gendong merupakan salah satu cara tercepat untuk menenangkan bayi dan menidurkan bayi, jadi tidak heran rata-rata bayi banyak bayi yang kecanduan digendong dan diayun. Saat sudah kecanduan maka mereka akan rewel ketika tidak diayun dan digendong, sehingga jalan pintas untuk menenangkannya adalah menggunakan ayunan.
Nah, kali ini aku mau share pengalamanku dengan si ayunan ini. Sebelum lahiran aku itu anti banget sama ayunan, bertekad sendiri nggak akan pakai ayunan. Tapi apalah daya kita hanya bisa berencana dan aku pun terperangkap dengan si ayunan ini.
Mengapa aku memutuskan menggunakan ayunan untuk babyku?
Tidak lain karena babyku nggak bisa tidur tanpa digendong. Waktu digendong dia tidur pulas, nah ketika diletakkan di kasur dia melek. Which is aku gak bisa ngelakukan apapun karena aktivitas newborn masih tidur saja. Nah jadilah dibelikan ayunan, nggak hanya itu saja, ayunan mesti selalu terus ngayun sepanjang dia tidur dan akhirnya saya beli ayunan elektrik.
Muncul lagi permasalahan, setiap keluar ke mall atau ke mana pun, babyku gak bisa tidur kalau tidak ada ayunan, bahkan gendongan pun gak mempan. Dia akan nangis sepanjang jalan sampai diletakkan di ayunan. Jadilah kita terkurung di rumah saja setiap hari. Stres sudah pasti dan hampir baby blues. Situasi ini berjalan sampai babyku berusia 4 bulan, dan aku memutuskan untuk lepas ayunan dan menerapkan sleep training.
Googling how to sleep training dan kemudian saya menemukan banyak yang berhasil dengan method “Cry it out”. Kedengarannya kejam ya, tapi it works buat babyku, but balik lagi choose the method that suits and comfortable for you. Soalnya kalau gak tegaan, method ini gak bakal jalan. Tega demi kewarasan kita dan demi kebaikan anak, why not? Jadi setelah lepas ayunan sekalian sleep training tidur tanpa digendong.
So here are some of the tips:
- First, Moms mesti pastikan baby kamu sudah disusuin, popok tidak basah, dan tidak dalam keadaan sakit.
- Kenali tanda ketika ia mengantuk, contohnya seperti mengucek mata, menarik telinga, dan lain sebagainya. Kalau sudah menunjukkan tanda mengantuk, coba letakkan baby Moms di kasur.
- Yang sudah bisa ketebak pasti baby akan nangis. Ignore her/his cry for about 5 minutes. Jangan berbicara/bersuara atau melakukan hal-hal lain, coba saja untuk menghiraukan tangisannya (poin ini harus benar-benar tega dilakukan).
- After 5 minutes, comfort baby Moms, gendong dia sambil berkata seperti “it’s okay, Mommy's here" atau "You’re a good boy/girl, I believe you can sleep by yourself," dan lakukan hal yang sama dengan interval waktu yang semakin bertambah (selanjutnya 10 menit, 15 menit, dan seterusnya) sampai baby capek sendiri lalu tidur. Lakukan hal yang sama besoknya.
I start these method when he's only 4 months old, and now my baby is already 10 months old. Methode ini benar-benar ampuh untuk saya. Sekitaran semingguan, babyku bisa full lepas ayunan dan tidur nggak digendong, walaupun tidur siangnya cuma setengah jam (sekarang sudah bisa 2 jam). Semua butuh proses dan konsisten ya Moms
Tapi balik lagi, setiap orang tua mempunyai metodenya masing-masing, so choose the method that suits and comfortable for you.
Semoga bermanfaat.
By: Indah angelia
Copyright by Babyologist
