Steam Blender VS Slow Cooker

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memulai MPASI artinya moms juga harus mempersiapkan ini itu bukan? Apalagi seorang working moms, pada umumnya membutuhkan suatu alat yang akan memudahkan moms mempersiapkan MPASI si kecil. Pastinya moms sudah tidak asing lagi dengan steam blender dan slow cooker. Moms lebih memilih yang mana nih, steam blender atau slow cooker? Atau bahkan dua-duanya?
Apa saja sih perbedaan steam blender dengan slow cooker? Lebih penting yang mana? Yuk, simak pengalaman saya.
Awalnya saya juga sempat bingung mau membeli steam blender atau slow cooker. Saat itu posisi saya masih sebagai working moms. Nah, setelah ditelaah, akhirnya saya justru membeli kedua alat tersebut. Mengapa?
1. Steam blender
Alat ini memiliki fungsi mengukus sekaligus menghaluskan makanan. Alat ini sangat memudahkan saya mempersiapkan MPASI si kecil di 2 minggu pertama, dimana saya memilih untuk memberikan menu tunggal terlebih dahulu. Tinggal potong-potong bahan (buah-buahan, kentang, sayuran, dan lain sebagainya), kukus, lalu blender di satu alat. Setelah 2 minggu, alat ini sempat tidak terpakai lagi. Namun, begitu si kecil mulai MPASI dengan tekstur yang kasar, saya kembali menggunakan alat ini hanya untuk menghaluskan bahan makanan tanpa diberi air (blender kasar). Setelah itu semua bahan saya masak menggunakan slow cooker. Jadi bagi moms yang lebih memilih untuk langsung memberikan menu 4 bintang, sepertinya alat ini tidak diperlukan.
2. Slow cooker
Bentuknya mirip rice cooker ya moms. Hanya saja proses memasaknya menggunakan suhu yang relatif rendah dan durasi waktu yang cukup lama. Pastinya alat ini tetap bisa menjaga nutrisi yang dibutuhkan oleh si kecil. Nah, alat inilah yang cukup lama saya gunakan, mulai dari minggu ke 3 MPASI sampai si kecil menginjak usia 1 tahun. Alat ini sangat meringankan tugas saya di malam hari. Sebelum tidur biasanya saya mempersiapkan bahan-bahan untuk menu 4 bintang, lalu masukkan ke dalam slow cooker, tambahkan air dan bumbu, nyalakan slow cooker sesuai waktu yang dibutuhkan, lalu ditinggal tidur deh. Keesokan paginya, MPASI si kecil sudah tersedia, dan tinggal dihaluskan menggunakan saringan kawat sebelum diberikan kepada si kecil. Sangat praktis bukan? Nah, begitu si kecil mulai mencicip MPASI dengan tekstur yang kasar, saya kembali menggunakan steam blender hanya untuk memotong kasar bahan-bahan (menggunakan menu blend tanpa ditambahkan air) lalu masukkan ke dalam slow cooker. Saat diberikan kepada si kecil, tidak perlu disaring lagi.
Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang, moms juga bisa menggunakan alat yang multifungsi alias bisa digunakan untuk mengukus, menghaluskan, sekaligus memasak bubur/sop untuk si kecil (steam blender + slow cooker dalam 1 alat), bahkan untuk mensterilkan botol susu si kecil. Namun, harganya pasti lebih mahal ya moms. Nah, semoga bisa membantu moms untuk tidak bingung lagi ya memilih steam blender atau slow cooker.
