Konten dari Pengguna

Stimulasi Agar Bayi Kuat Angkat Kepala

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stimulasi Agar Bayi Kuat Angkat Kepala
zoom-in-whitePerbesar

Dari umur 2 bulan, dokter anaknya Abbad menyarankan buat mulai ajak Abbad latihan angkat kepala. 5 menit per hari. Di awal-awal stimulasi, Abbad selalu nangis karena ditengkurepin, kalau tidak begitu nyaman ia akan jilat-jilat tangan. Tidak mau angkat kepala sedikitpun. Sekali, dua kali dan sampai beribu kali (ok, itu lebay ya Moms) tetap tidak ada progress. Googling-googling, akhirnya menemukan cara lain stimulasi leher biar kuat angkat kepala selain langsung ditengkurepin.

Stimulasi Agar Bayi Kuat Angkat Kepala (1)
zoom-in-whitePerbesar

Stimulasi Agar si Kecil Kuat Angkat Kepala

<ul>

Menggunakan GymballTaruh bayinya di atas gymball dengan posisi tengkurap, lalu digoyang-goyang bayinya maju mundur, kanan kiri secara pelan-pelan. Awalnya Abbad tetap tidak mau angkat kepala, tapi paling enggak dia tidak menangis. Small progress count right? Tapi setelah beberapa kali, Abbad mau angkat kepala juga akhirnya.

  • Bantal MelingkarUkuran bantalnya seperti bantal leher, jadi tidak terlalu tinggi. Dipakai sebagai penyangga dadanya dengan posisi sikunya di atas bantalnya. Dengan cara yang kedua ini, Abbad juga mau angkat kepalanya. Mungkin karena nyaman. Apalagi dengan tambahan cermin di depannya. Jadi lebih lama angkat kepalanya. Karena cermin juga termasuk salah satu cara bermain bayi umur 3 bulan. Setelah beberapa kali stimulasi yang ke-2, bantalnya bisa dilepas bentar-bentar. Jadi transisinya pelan-pelan.

Dan sekarang bayinya sudah kuat deh angkat kepalanya tanpa alat bantu. Buat Abbad, it takes 1 month process. Mungkin buat beberapa orang ini lama, tapi harus diingat, every baby has their own time. Jadi tidak usah dengarkan kata-kata orang, tidak perlu dipaksa juga bayinya. Karena liat perkembangan bayi kita seharusnya menjadi hal yang menyenangkan.

Semoga bermanfaat.

By: Arlita Maidisesia

Copyright by Babyologist