Stimulasi Bayi Tengkurap dan Duduk ala Mom Kristiani

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karena banyak yang bertanya soal stimulasi yang saya berikan ke Celine sehingga Celine sudah bisa mulai berjalan di usia 7 bulan, saya akan share caranya di sini ya.
Stimulasi Tengkurap dan Duduk
Dasar yang penting dari semua skill bayi terletak pada skill tengkurap. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi yang lahir cukup umur dan tidak memiliki masalah kesehatan, sudah boleh diajak tengkurap sejak baru lahir. Kalau di luar negeri, istilahnya tummy time. Untuk bayi yang baru lahir, tengkurapkan badannya 2-3 kali sehari dengan durasi maksimal 5 menit. Segera hentikan jika bayi terlihat kelelahan atau kesulitan bernapas. Untuk mempermudah menengkurapkan newborn, dada bayi bisa diganjal handuk dengan posisi lengan dan tangan di depan. Sekarang juga sudah ada bantal khusus untuk tummy time.
Seiring bertambahnya usia, frekuensi dan durasi tummy time ini bisa ditingkatkan. Jangan menengkurapkan bayi saat bayi sedang lapar atau mengantuk, karena biasanya bayi akan sulit berkoordinasi. Beri jarak waktu 45 menit setelah minum susu untuk menengkurapkan bayi supaya tidak muntah. Semakin sering tengkurap, bayi akan lebih cepat duduk.
Tengkurap akan membuat sebagian besar otot tubuh bagian atas bayi terlatih, mulai dari perut, pundak, lengan, dan leher.
Setelah bayi dapat mengangkat sendiri leher dan tangannya, kita mulai dudukkan bayi di pangkuan kita. Tapi tidak disandarkan ya Moms. Jadi kita pegang bayi dengan kedua tangan. Tangan yang satu di bawah ketiak bayi, tangan satu lagi di pantat bayi. Mengapa tidak disandarkan? Karena kalau disandarkan, bayi akan bertopang pada sandarannya sehingga otot-ototnya terutama otot perut tidak terlatih untuk menopang tubuhnya.
Setelah bayi terbiasa duduk seperti itu, biarkan bayi duduk sendiri di kasur atau tempat yang empuk. Awalnya bayi pasti akan jatuh, tapi biarkan saja, tidak perlu kita cegah. Karena dengan begitu, bayi akan menyadari bahwa dia membutuhkan otot tangan dan perutnya untuk menjaga keseimbangan.
Setelah bayi dapat duduk sendiri dengan kedua tangan menopang tubuhnya, gantung atau berikan mainan kecil di depannya, bayi akan mencoba meraihnya dengan melepaskan 1 tangannya. Jika bayi sudah bisa duduk dengan satu tangan menopang tubuhnya, berikan mainan agak besar di depannya. Bayi akan melepaskan kedua tangannya, dan lagi-lagi jika ia jatuh biarkan saja, jangan dicegah (wajib di tempat yang empuk). Dengan begitu, bayi dapat duduk dengan melepas kedua tangannya.
Semoga bermanfaat.
By: Kristiani Chen
