Konten dari Pengguna

Stop Debat ASI vs Sufor!

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagus mana ASI atau sufor? Ya sebenernya semua ibu kalau bisa kasih ASI pasti pilih ASI. Nah yang menjadi permasalahan kalau sudah berusaha buat kasih ASI, tapi ternyata ga bisa sama sekali atau ga bisa full ASI gimana? Jadi mau ga mau kasih sufor ke anaknya. Apapun itu yang penting kita sudah mengusahakan yang terbaik. Saya sendiri termasuk gagal, karena saya ga bisa kasih full ASI buat anak saya karena produksi ASI ga cukup.

Di sini saya mau bahas perbandingan kandungan ASI & sufor. Kalau dilihat dari kandungannya, ASI lebih unggul dan komplit dari sufor. Seluruh dokter dan para ahli juga sepakat bahwa ASI adalah yang terbaik untuk anak.

Tapi yang perlu diingat, memberikan sufor juga bukan hal yang negatif kok karena kandungan sufor saat ini pun sudah mendekati kandungan ASI dan memang sudah dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar gizi anak. Tidak semua Moms bisa menghasilkan ASI yang melimpah, oleh karena itu sufor bisa diberikan sebagai pengganti ASI.

Kembali lagi ke topik awal, tidak perlu lagi mendebatkan pro kontra ASI vs sufor, lebih penting buat para Moms yang terpaksa harus memberikan sufor buat anaknya agar cermat memilih sufor yang tepat. Pada dasarnya semua sufor punya nutrisi hampir sama yang mana semuanya baik. Yang membedakan adalah jenis proteinnya, misalnya produk A pakai protein jenis whey, produk B pakai protein jenis casein, sedangkan produk C pakai gabungan keduanya.

Menurut artikel yang pernah saya baca, protein jenis whey lebih disarankan untuk bayi di bawah 1 tahun karena lebih mudah dicerna. Kandungan sufor yang baik biasanya whey lebih besar daripada casein. Paling aman, kita lihat dulu label penggunaannya, sufor itu disarankan untuk bayi usia berapa? Apakah sesuai dengan usia bayi kita?

Lalu lihat kandungan gizinya, meski semua sufor mirip-mirip, tapi alangkah lebih baiknya pilih sufor yang sudah dilengkapi DHA dan ARA. Untuk kasus tertentu seperti anak yang alergi susu sapi, hal ini bisa dikonsultasikan dulu ke DSA masing-masing.

Terakhir, periksa kemasan dan tanggal kadaluwarsanya. Perhatikan juga ya Moms, bila anak setelah minum sufor menunjukkan tanda-tanda seperti diare, rewel berlebihan, muntah, lemas, dsb bisa jadi tidak cocok dengan sufornya.

Semoga bermanfaat.

By: Marliana Yulianti

Copyright by Babyologist