Tanda-Tanda Anak Alergi Vaksin DPT

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Untuk jadwal pemberian imunisasi DPT dilakukan secara bertahap yaitu sebanyak lima kali pada bayi yang berusia 2 bulan sampai 6 tahun. Setiap penyuntikkan diberikan dengan dosis yang sama. Jika sudah selesai mendapatkan imunisasi DPT untuk tahapan selanjutnya, dianjurkan imunisasi lanjutan 10 tahun sekali dengan vaksin Tetanus Difteri.
Vaksin DPT yang merupakan gabungan dari tiga vaksin yang berbeda yaitu sejenis racun atau toksoid untuk difteri, pertussis, dan tetanus. Tujuan digabungkannya ketiga racun ini adalah untuk mengurangi jumlah suntikan pada bayi jika dibandingkan dengan diberikannya satu-satu untuk waktu yang berbeda-beda. Fungsi imunisasi DPT yaitu :
Difteri Mencegah terjangkitnya penyakit akibat bakteri difteri. Bakteri ini merupakan salah satu bakteri yang bisa menyerang selaput lendir dalam tenggorokan dan hidung, kasus yang sering terjadi tidak berbeda jauh dengan radang tenggorokan pada anak yang menyebabkan lendir didalamnya bertambah banyak dan membuat si kecil kesulitan bernafas dan makan. Jika dibiarkan, akibat fatalnya bisa menyebabkan gagal jantung dan kelumpuhan.
PertussisFungsi vaksin ini yaitu,melakukan pencegahan terhadap bakteri pertussis yang bisa menular dari satu penderita ke penderita lainnya melalui batuk dan bersin. Bakteri ini umumnya dapat menyerang jaringan sistem pernapasan yang menimbulkan batuk parah berkepanjangan. Jika terjadi pada balita, penyakit lain seperti pneumonia, kerusakan fungsi otak, kejang, bahkan sampai menyebabkan kematian.
Tetanus Bakteri tetanus bisa dilakukan pencegahannya masuk kedalam tubuh dengan pemberian imunisasi vaksin DPT. Bakteri yang satu ini tidak menular seperti pertussis dan difteri, namun bisa masuk melalui luka sehingga menyebabkan kerusakan saraf, kejang otot, lumpuh, dan kematian.
Berbeda dengan imunisasi yang lain, karena imunisasi DPT ini mengandung 3 virus langsung yang berbeda-beda dalam satu vaksin maka,untuk efek samping yang ditimbulkannya juga lebih tinggi. Hal ini terjadi karena reaksi yang diterima oleh badan juga tinggi. Untuk sebagian kasus yang terjadi, anak-anak bahkan alergi terhadap vaksin ini sehingga tidak dianjutkan lagi untuk melanjutkan imunisasi. Adapun tanda-tanda anak alergi vaksin DPT yaitu :
Mengalami gangguan sistem safar dan otak dalam kurun waktu seminggu setelah penyuntikkan
Munculnya gejala alergi kulit dan reaksi yang sangat tinggi dari tubuh secara tidak wajar
Suhu badan diatas 40 derajat celsius
Pingsan atau kejang setelah penyuntikkan
Menangis lebih dari 3 jam
Jika terjadi reaksi diatas, sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan segera. Mengingat fungsi imunisasi DPT yang sangat penting, sebaiknya sebagai orangtua Anda tetap memberikan imunisasi untuk Si Kecil.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor
Â
Â
