Tanda-tanda Gangguan Sensorik pada Anak Usia 3 Tahun

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tanda-tanda Gangguan Sensorik pada Anak Usia 3 Tahun
Apakah Moms merasa si Kecil kurang peka atau terlalu peka terhadap stimulasi pada saat usianya tiga tahun? Pada sebagian besar anak kecil, perilaku ini umum terjadi dan kemungkinan akan memudar dengan sendirinya ketika dewasa. Namun, kejanggalan dalam perilaku anak juga bisa menjadi tanda adanya Sensory Processing Disorder (SPD), sebuah kondisi yang terjadi ketika otak tidak secara akurat melihat informasi sensorik. Terkadang, gangguan ini juga disebut Sensory Integration Disorder.
Perilaku hipoaktif atau hiperaktif dapat terjadi ketika informasi sensorik tidak diproses secara akurat. Masalah perilaku dan tantrum terkadang dapat dikaitkan dengan usia muda (dua tahun ke bawah) akan tetapi apabila ada pola persisten saat usianya sudah tiga tahun, si Kecil mungkin memerlukan perhatian profesional.
Berikut adalah tanda-tanda gangguan sensorik pada anak usia tiga tahun:
1. Pada individu yang merespons rangsangan secara berlebihan (Sensory Over Responders), segalanya tampak terlalu keras, terlalu berat, terlalu nyaring, terlalu lengket, terlalu basah, atau terlalu banyak. Orang-orang ini tidak suka menjadi terlalu berantakan. Mereka menghindari kebisingan, tempat-tempat umum, serta label di pakaian mereka. Nyala kembang api dapat membuat mereka berlari mencari perlindungan.
Tanda-tanda lain yang ditunjukkan oleh Sensory Over Responders mungkin termasuk:
- Menghindari berdiri di dekat orang lain dan selalu menghindari kerumunan
- Takut sentuhan kejutan sehingga tidak suka dipeluk bahkan oleh orang yang dikenalnya dengan akrab
- Terlalu terusik dengan suara latar belakang yang sepertinya tidak didengar orang lain
- Takut akan suara tiba-tiba, bernada tinggi, keras, atau suara logam berdenting
- Takut bermain dengan peralatan taman bermain, main ayunan, dan permainan yang melibatkan sentuhan
- Tidak suka kakinya tidak menapak tanah
Sisi positif Sensory Over Responders adalah pada umumnya terorganisir, tepat waktu, dan mengerjakan tugas sesuai dengan ekspektasi. Anak-anak dengan kepekaan sensorik seperti ini mungkin dapat dibantu dengan musik yang menenangkan, ayunan yang menenangkan, dan selimut yang diberi pemberat.
2. Sementara itu, anak-anak yang kurang responsif terhadap rangsangan disebut sebagai Sensory Under Responders. Tanda-tandanya sbb.:
- Tidak mendengar saat dipanggil atau harus dipanggil berulang kali
- Postur tubuh membungkuk
- Sering lupa dan menghilangkan barang
- Tidak teratur (tidak terorganisasi)
- Gerakan tubuh canggung dan tidak terkoordinasi
- Memiliki keseimbangan yang buruk, mungkin sering jatuh
- Toleransi yang sangat tinggi untuk atau ketidakpedulian terhadap rasa sakit
- Sering menjatuhkan sesuatu
- Kehilangan isyarat visual yang mudah dilihat
Keunggulan Sensory Under Responders adalah umumnya santai dan tidak bereaksi berlebihan di bawah tekanan. Mereka harus dibantu mengatur aktivitas sehari-hari dan diingatkan. Alat-alat yang dapat membantu mereka tetap fokus dan waspada di antaranya bola terapi, bantal goyang, pengatur waktu, dan papan keseimbangan.
3. Terakhir, orang-orang yang digolongkan sebagai Sensory Seekers sering mendapat masalah karena tidak tahu bagaimana menggunakan energi mereka dengan tepat. Tanda-tandanya seperti:
- Terus-menerus menyentuh, mendorong, meraih, berteriak, melompat, menggigit, dan bergerak
- Tidak memahami konsep ruang pribadi bahkan ketika teman sebayanya sudah memahaminya
- Sering kali membahayakan teman-temannya atau hewan peliharaan saat bermain
- Sangat gelisah dan tidak bisa duduk diam, menyukai permainan berbasis gerakan seperti melompat-lompat
Sensory Seekers cenderung waspada, aktif, dan tidak pernah lelah. Mereka juga sangat kreatif. Mereka harus diarahkan agar energi tinggi mereka dihabiskan untuk kegiatan yang lebih positif. Berikan tempat duduk yang nyaman, permainan koordinasi mata-tangan yang bervariasi, dan aktivitas melompat.
