Konten dari Pengguna

Tanda-tanda Gangguan Sensorik pada Anak Usia 4 Tahun

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanda-tanda Gangguan Sensorik pada Anak Usia 4 Tahun

Banyak anak dengan masalah pemrosesan indra pada mulanya adalah bayi yang sering rewel. Saat usia prasekolah, mereka tumbuh menjadi pribadi yang penuh cemas. Tanda-tanda berikut sering ditunjukkan oleh anak-anak dengan masalah pemrosesan sensorik (Sensory Processing Issues), tetapi tanda-tanda berikut juga bisa mengindikasikan masalah lain seperti ADHD atau dispraxia.

• Anak-anak dengan gangguan pemrosesan sensorik sangat pilih-pilih tentang pakaian

Di rumah, si Kecil sangat sulit untuk memakai baju. Di sekolah, dia menolak untuk memakai jaket atau sweater pada saat beristirahat. Masalahnya, anak-anak dengan gangguan pemrosesan sensorik bisa menjadi sangat sensitif terhadap rasanya memakai pakaian. Mereka mungkin membenci sweater yang gatal atau sepatu yang kaku.

• Anak-anak dengan gangguan pemrosesan sensorik amarahnya sering meledak-ledak secara tak terduga

Di rumah, si Kecil mungkin menjadi sangat jengkel dengan perubahan kecil dalam lingkungan atau rutinitasnya. Di sekolah, dia merasa tidak keruan ketika memasuki ruang kelas yang ramai dan terang. Anak-anak dengan gangguan ini mungkin merasa cemas terhadap pandangan atau suara baru dan intens. Ini bisa membuat mereka mengamuk.

• Anak-anak dengan gangguan pemrosesan sensorik tidak bisa berhenti menyentuh orang atau benda

Di rumah, si Kecil terus-menerus menyentuh atau mengusap-usap Moms. Di sekolah, dia terus-menerus bermain dengan objek-objek yang ada di kelas bahkan ketika dia seharusnya melakukan hal lain. Anak-anak dengan gangguan tersebut mungkin tidak dapat mengendalikan keinginan untuk menyentuh orang dan benda.

• Anak-anak dengan gangguan pemrosesan sensorik sering terluka

Di rumah, si Kecil sering menabrak permukaan yang keras seperti lantai. Meskipun terasa sakit, dia sepertinya tidak menjadi lebih berhati-hati setelahnya. Di sekolah, dia mungkin terus-menerus menangis ketika jatuh dari peralatan bermain di taman bermain. Dia mungkin juga bermain secara kasar ketika bermain dengan teman-temannya. Anak-anak dengan masalah gangguan sensorik dapat kesulitan mengatur tubuhnya di berbagai kondisi dan dengan orang-orang yang berbeda.

Apabila Moms menemukan tanda-tanda seperti di atas pada si Kecil, cobalah untuk melacak perilakunya dan reaksinya terhadap situasi sehari-hari. Jika Moms khawatir, periksakanlah si Kecil ke dokter anak.