Konten dari Pengguna

Tanda-Tanda Kehamilan yang Saya Alami

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mempunyai momongan setelah menikah adalah dambaan semua suami istri. Berbagai jalan ditempuh agar bisa hamil. Nah, tentunya bagi pasangan suami istri baru menikah dan masih anak pertama tentu tidak tau banyak bagaimana tanda-tanda kehamilan itu.

Kalau kita lihat teorinya tanda kehamilan ada banyak Moms. Contohnya seperti mudah lelah, nyeri atau ukuran payudara membesar, moody, nyeri pinggang, mual-muntah, pusing, dan yang pasti telat datang bulan.

Yang saya rasakan justru berbeda dari teori itu semua Moms, kecuali telat datang bulan. Jadi, sekitar 1 minggu sebelum waktunya saya datang bulan, kami pulang ke kampung suami karena ada acara. Entah mengapa saya jadi pengen jajan tapi hanya yang gurih, dan cendrung asin. Misalnya seperti gorengan, bakso, mi ayam, kripik kentang. Rasanya semua yang orang jual dipinggir jalan semua enak, menggugah selera, dan semua mau saya makan.

Jadi saat dikampung itu saya banyak jajan. Saya sebel kalau saya mau ini itu suami saya tidak mau membelikan. Dia bilang, "kok kamu mau jajan terus sih, itu banyak micinnya." Kadang apa yang sudah dibeli, saya hanya makan sedikit dan cepat merasa kenyang. Hanya ingin memuaskan lidah untuk mencicipi sedikit saja. 

Di stasiun bis, saat kami lagi nunggu bis untuk pulang kerumah, saya mencium aroma nasi goreng, dan langsung kepingin. Suami saya bilang, "di mana yang jual nasi goreng? gak ada ah". Saya tetat kekeh kalau ada bau nasi goreng. Akhirnya dia lihat-lihat sekeliling, dan memang benar ada, tempatnya agak jauh. Dan dia tidak merasa ada bau nasi goreng. Saya diledekin, "kamu kok jadi aneh belakangan ini?"

Yap, gak berapa lama jadwal haid saya tiba. Waktu saya telat 3 hari, saya masih berpikiran, mungkin kelelahan. Setelah 5 hari telat, saya takut. Tidak pernah telat haid selama ini, apa hormon, hamil, atau penyakit. Kalau hamil kok tidak sama seperti yang saya baca di teori.

Saya tunggu terus sampai 7 hari, dan saya beli test pack, dan benar, muncul 2 garis. Seminggu kemudian saya ke obgyn. Saya sampai tunggu seminggu lagi untuk meyakinkan diri kalau saya beneran hamil karena saya masih 1,5 bulan menikah. Waktu diperiksa usg abdomen, belum terlihat kantong. Dokter minta untuk usg transvaginal, saya setuju. Dan taraa, kantong janin sudah ada. Usia kehamilan 4-6 minggu saat itu. 

Jadi Moms, tidak semua yang ada di teori itu kita rasakan. Bahkan antara anak pertama, kedua, dan seterusnya pun ternyata ada yang berbeda. Setelah telat haid, pastikan dengan test pack. Kalau dua garis, confirm dengan USG Moms. Kalau test pack masih negatif, coba lagi lain hari, dan tetap confirm dengan usg. Konsul ke dokter obgyn Moms untuk dicari tahu penyebab telat haid Moms.

Semoga bermanfaat.

By: Syifa Khairunnisa Nasution

Copyright by Babyologist