Konten dari Pengguna

Tandem Nursing or Nursing While Pregnant

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tandem Nursing or Nursing While Pregnant
zoom-in-whitePerbesar

Tandem nursing atau istilah lain menyebut Nursing while pregnant merupakan kondisi dimana sang ibu masih memberikan ASI kepada sang kakak namun dalam keadaan hamil. Biasanya tandem nursing dialami oleh pasangan yang mengalami kesundulan. Jadi anak pertama belum disapih sudah hamil anak kedua. Bagaimana pembagian nutrisinya?

Jadi pada saat seorang ibu hamil, hormon kehamilan akan menekan produksi ASI, sehingga produksi ASI akan lebih sedikit. Karena nutrisi dipersiapkan untuk perkembangan janin. Jika sudah demikian ASI-nya sudah tidak baguskah untuk diminum? Bukan tidak bagus, hanya saja jumlahnya yang berkurang. Sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sang kakak jika masih dibawah 6 bulan. Jika sang kakak sudah diatas 6 bulan, nutrisi yg didapat bisa dari makanan, namun ASI hanya 40%. Boleh ditambahkan susu penunjang lainnya jika anak tidak menolak.Tubuh seorang ibu mempunyai regulasi dan pengaturan yang sangat hebat untuk perkembangan anak. Jadi ketika tandem nursing, nutrisi yang dikonsumsi sang ibu akan diserap terlebih dahulu oleh janin. Jika janin sudah mencukupi maka akan dilanjutkan nutrisinya untuk kebutuhan ASI. Setelah itu baru nutrisi untuk sang ibu sendiri. Maka dari itu ibu yang tandem nursing kebutuhan nutrisinya 3 kali lipat lebih banyak daripada biasanya. Mengingat ada 3 tubuh yang bergantung pada sang ibu. Si janin, si kakak dan ibu itu sendiri.Hebat sekali kan tubuh ibu, child first then herself.Syarat utama tandem nursing adalah ibu dan janin sehat. Tidak ada riwayat kandungan lemah dan sebagainya. Jika ada kontraksi hingga pendarahan segeralah ke bidan atau dokter terdekat, karena terkadang untuk beberapa ibu dengan kondisi janin yang lemah. Menyusui sang kakak dapat memicu kontraksi pada janin. Itulah mengapa tandem nursing tidak disarankan untuk ibu dan janin dg kondisi tertentu.

Nah maka dari itu jangan judgement buruk pada ibu tandem nursing. Kebanyakan orang menilai tandem nursing itu tidak bagus tapi sebenarnya tandem nursing itu pilihan. Jika seorang ibu memutuskan untuk tandem nursing, itu adalah keputusan yang sudah dipikirkan dengan matang dan sudah riset juga. Jadi si ibu tau manakah yang terbaik untuk buah hatinya dan dirinya sendiri.

Semoga bermanfaat.