Terbang Bersama si Kecil

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Travelling, saat ini sudah menjadi lifestyle sebagian orangtua muda jaman now. Mungkin karena sejak sebelum menikah, atau setelah menikah punya hobi travelling yang sama dengan pasangan, jadi kegiatan itu terus berlanjut hingga mempunyai buah hati.
Transportasi saat travelling bermacam-macam. Ada yang memilih jalur darat seperti mobil pribadi atau kereta, biasanya untuk bepergian jarak dekat, atau ada juga yang memilih jalur udara alias naik pesawat supaya lebih praktis dan nyaman.
Tapi, Moms, tahukah Anda bahwa travelling bersama si Kecil butuh persiapan yang jauh lebih matang? Terutama jika menggunakan pesawat. Banyak para orangtua yang bertanya-tanya amankah bayi dibawa terbang? usia berapa bayi boleh dibawa terbang? Apa saja yang harus dipersiapkan? Nah, ini beberapa tipsnya, Moms.
1. Pastikan usia bayi cukup
Pada umumnya, setiap maskapai penerbangan punya aturan masing-masing mengenai penumpang bayi. Biasanya, maskapai menentukan usia minimum bayi sekitar 2-14 hari setelah lahir sudah bisa naik pesawat. Tapi ada baiknya jika memang jika tidak urgent harus naik pesawat, tunggu dulu sampai usia bayi minimal 2-3 bulan. Di usia tersebut semua organ bayi sudah terbentuk sempurna dan daya tahan tubuhnya pun sudah bagus.
2. Cek kesehatan bayi
Ada baiknya, sebelum terbang cek terlebih dahulu kondisi kesehatan bayi ke dokter. Pastikan bayi dalam keadaan benar-benar fit pada saat terbang nanti. Jangan lupa minta surat keterangan dokter bahwa bayi sehat dan boleh terbang.
3. Pilih jam terbang
Sebaiknya pilih jam penerbangan pagi sekali atau sore/malam. Sesuaikan dengan jam tidur bayi, supaya bayi tertidur dengan mudah dan tidak rewel selama di pesawat. Sebaiknya hindari dahulu penerbangan panjang yang memakan waktu berjam-jam demi kenyamanan bayi.
4. Baby Bassinet
Ada beberapai maskapai yang menyediakan baby bassinet atau tempat tidur/duduk khusus bayi di pesawat. Tanyakan terlebih dahulu apakah maskapai yang akan Anda gunakan mempunyai fasilitas tersebut atau tidak, jika ada, maka mintalah seat yang ada baby bassinet-nya, sehingga baik Anda maupun bayi Anda sama-sama bisa merasa nyaman.
5. Gunakan Earplug dan Susui Bayi
Beberapa dokter menyarankan untuk menggunakan earplug khusus bayi ketika terbang. Hal tersebut untuk meminimalisir kebisingan yang timbul di dalam pesawat sehingga bayi bisa menjadi lebih tenang. Lalu, susui bayi ketika take off dan landing, kegiatan mengunyah dan menelan akan mencegah sakit telinga pada bayi yang disebabkan tekanan udara di pesawat.
6. Perlengkapan yang harus dibawa ke kabin
Persiapkan tas kecil khusus berisi perlengkapan bayi untuk dibawa ke kabin. Persiapkan baju ganti, popok disposable ekstra, mainan, dan cemilan (jika sudah boleh makan). Jangan lupa juga membawa selimut atau jaket untuk berjaga-jaga suhu di pesawat terlalu dingin untuk bayi.
Bayi akan rewel jika mereka merasa tidak nyaman. Maka dari itu, ketika sudah boleh melepas seatbelt, cobalah ajak bayi berjalan-jalan di lorong pesawat jika memungkinkan, terus ajak berinteraksi supaya bayi tidak bosan.
Jika si Kecil masih tetap rewel, tetap tenang adalah solusi yang terbaik, jika kita ikut panik maka bayi pun akan semakin tidak nyaman. Usahakan ajak keluarga atau teman jika akan terbang supaya bisa membantu kita jika kerepotan di tengah perjalanan, dan jangan lupa berdoa juga ya Moms.
Nah, sekian tips dari saya, selamat travelling dengan si Kecil.
Semoga bermanfaat.
By: Nanda Gita
Copyright by Babyologist
