Terjatuh dan Cidera Ligamen Lutut saat Hamil Trisemeter Kedua

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Hello Moms. Di artikel ini, saya ingin berbagi pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Memang bukan pengalaman yang menyenangkan dan saya berharap tidak ada calon Moms yang mengalami pengalaman ini. Namun jika memang terjadi pada salah satu calon Moms, pengalaman saya dapat bermanfaat bagi yang mengalami hal yang sama dengan saya.
Dari awal kehamilan tidak ada keluhan apapun hingga terjadinya sebuah kejadian pada hari Sabtu pada November 2018. Saat itu saya sedang mengandung 4 bulan putra pertama saya. Secara tidak sengaja saya terpleset di jalan bebatuan yang disiram air sabun. Secara refleks saya menahan dan berusaha tidak jatuh. Namun, saya tetap terjatuh dengan posisi kaki kanan saya yang tertekuk. Jika Moms merasa akan hampir terjatuh, usahakan tetap menahan agar perut tidak terbentur apapun. Setelah mengalami hal tersebut, Moms dapat melakukan beberapa hal :
- Menghubungi keluarga dan segeralah ke UGD Rumah Sakit terdekat. Saya itu saya memilih RS di daerah kemayoran karena dekat dengan rumah saya.
- Luruskan kaki Moms, jangan ditekuk. Cidera atau robeknya ligamen membutuhkan waktu untuk pulih dan tidak boleh digerakan terlebih dahulu. Saat itu saya menderita robeknya ligamen MCL. Menggerakan kaki dengan ligamen lutut yang cidera sangat sakit. Segera pergunakanlah knee brace. Janganlah menapak atau menopang tubuh dengan kaki yang cidera.
- Untuk mengetahui adanya patah tulang setelah jatuh, Moms tetap harus menjalani rontgen. Mintalah baju xray vest yang biasa digunakan oleh petugas bagian tersebut untuk dipakaikan di bagian perut. Saat itu saya menggunakan 2 set vest tersebut pada perut saya dan vest tersebut cukup berat. Menurut dokter kandungan saya, rontgen cukup aman selama hamil di trisemester kedua dan hanya boleh dilakukan maksimal 2 kali dan jika tidak ada alternatif lain.
- Pemulihan memakan waktu sekitar 2 bulan. Pada 1 bulan pertama, saya tidak bisa jalan dan hanya bisa menggunakan kursi roda bahkan untuk ke toilet. Setelah 1 bulan, sudah mulai latihan untuk jalan dan menapak menggunakan tongkat. Setelah 2 bulan, saya melakukan fisioterapi dan mulai latihan berjalan tanpa tongkat.
- Karena saya sedang mengandung, dokter tidak memberikan obat apapun kecuali obat salep untuk meredakan bengkak dan rajinlah mengkompres dengan es.
- Ligamen MCL yang robek dapat pulih sendirinya tanpa obat dan tindakan apapun namun membutuhkan waktu. Jadi bersabarlah.
- Jika yang mengalami ACL yang robek, maka dibutuhkan tindakan operasi segera karena tidak dapat pulih dengan sendirinya dan merupakan cidera yang cukup serius.
Semoga sharing ini dapat membantu Moms diluar sana. Semua ini berdasarkan pengalaman ya Moms. Untuk detailnya bisa menghubungi dokter ortopedi.
