The Power of Mom

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
The Power of Mom
Mendapat predikat sebagai seorang ibu adalah penghargaan tertinggi dalam hidup saya dan saya yakin begitu juga untuk wanita pada umumnya. Sebelum menikah, saya beranggapan menjadi seorang ibu rumah tangga itu sangat mudah cuma masak, bersihkan rumah dan antar anak sekolah. Tapi kenyataannya menjadi IRT itu sangat tidak mudah. Ada banyak perjuangan yang harus dilalui.
Saat hamil saya sempat berpikir apakah bisa saya menjadi seorang ibu dan istri yang baik dengan segala keterbatasan saya? Tapi ternyata setelah Clive lahir, yang terjadi sebaliknya, banyak kekuatan tersembunyi dari saya yang tidak disangka-sangka.
1. Bisa hamil dan melahirkan Bisa hamil dan melahirkan adalah anugerah terindah dalam hidup saya. Mengingat sebelum hamil Clive, banyak omongan kanan kiri kok belum hamil dan usaha saya dan suami untuk cepat hamil. Setelah itu tidak pernah terbayangkan bisa melahirkan dan secara normal itu pun kontraksi yang saya alami 30 jam lamanya, sudah capek ngantuk kesakitan dan berusaha sekuat tenaga untuk tetap bisa ngeden. Perasaan yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya.
2. Bisa masak dan sering masuk dapur Sebenarnya sebelum punya Clive saya juga sesekali masuk dapur untuk memasakkan suami, tapi memang jarang karena saya adalah tipe wanita pekerja yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja daripada di dapur. Begitu ada Clive, mau tidak mau mengharuskan saya untuk masuk dapur setiap hari dan belajar semua jenis masakan untuk MPASI Clive. Awalnya cuma bisa tidak lebih dari 10 menu, begitu ada Clive sudah banyak resep dimasak dan perlahan sudah mahir urusan dapur. Begitu juga resep roti dan puding yang dulunya saya tidak bisa buat sama sekali, sekarang sudah mulai bisa demi Clive. Awalnya takut kecipratan minyak, sekarang sudah tidak takut karena terlalu sering kecipratan. Tapi semuanya terbayar melihat Clive makan lahap dengan masakan sehat bebas MSG tentunya.
3. Bisa lebih kreatif Saat Clive ulang tahun pertama, saya membuat semuanya sendiri mulai dari dekor sampai cupcake untuk dekorasi dan itu semua design dari saya padahal dulu boro-boro mau repot cari ide design sana sini, mending waktu buat bekerja. Belum lagi di rumah beberapa mainan dibuat sendiri semacam DIY, kalau dulu berpikiran mending beli aja lebih ga repot. Tapi saat bikin sendiri ada kepuasan sendiri dan menikmati repotnya cari referensi kanan kiri.
4. Lebih pintar mengelola keuangan Dulu saat jalan-jalan ke mall selalu beli barang untuk diri sendiri. Nah kalau sekarang sudah punya Clive, lebih mendahulukan untuk membeli barang2 Clive daripada diri sendiri, betul ga Moms? Terus tiba2 kita mulai mikir ngirit untuk tabungan biaya sekolah anak yang tidak murah. Beli popok dan susu ataupun kebutuhan lainnya menunggu diskonan. Percayalah jiwa ibu2 itu seolah2 seperti konsultan keuangan. Pintar mengelola keuangan untuk masa depan keluarga.
5. Bisa menjadi super kuat dan perkasa Kalau menurut saya, seorang ibu itu strong. Walau kitanya lagi tidak enak badan, tapi jadi otomatis sehat dan tidak menunjukkan kalau kita lagi sakit karena takut anak sedih atau khawatir. Misalnya kita lagi flu dan anak lagi flu, yang ada kita lupa kalau lagi flu karena lebih fokus ke anak. Bawa anak sambil gendong dan dengan bawaan banyak tapi sambil main HP juga? Cuma ibu-ibu yang bisa multitasking. Waktu Clive dulu under 1 tahun tipe anak gendongan, sementara saya tidak punya nanny jadilah saya menggendong Clive sambil cuci botol atau makan. Pergi ke mall sering berdua dengan Clive saja, sewaktu Clive belum bisa jalan, otomatis gendong pakai hipseat sementara 2 tangan lainnya pegang barang belanjaan dan punggung bawa diaper bag. Padahal sebelum punya anak angkat berat sedikit sudah mengeluh ga kuat lho Moms.
6. Tiba-tiba punya stok sabar banyak sekali Contohnya seperti saat kita lagi capek tapi anak malah ngeberantakin mainan sana-sini. Jengkel? Pasti! Tapi, ternyata kita bisa bilang pelan-pelan sama anak agar tidak mengulanginya lagi tanpa memarahinya. Meskipun juga kadang sambil ngomel tapi masih banyak ga ngomelnya.
Semua hal di atas itu di luar tugas sehari-hari loh seperti nyuci, nyetrika, ngepel, masak, dll. Belum lagi kesibukan kita lainnya. Rasanya kalau dipikir-pikir tidak masuk akal banget kan sebagai kapasitas kita sebagai seorang ibu. Tapi tahu tidak? Hal kecil seperti di atas adalah suatu hal besar yang sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak kita nantinya.
