Konten dari Pengguna

The Story of IVF Journey

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

The Story of IVF Journey

Hallo mommyy babyO! mamAdam mau sharing soal perjuangan kakak perempuanku untuk mendapatkan buah hati melalui IVF (In-Vitro Fertilization) atau bisa juga disebut dengan Bayi Tabung. Cerita ini semata-mata untuk memotivasi semua perempuan untuk tetap berjuang, nggak mudah menyerah dan untuk yg sudah mendapatkan buah hati untuk lebih bersyukur. Saya termasuk saksi hidup karena menemani kakak saya 4x program bayi tabung sampai akhirnya berhasil, bener-bener nemenin sejak periksa awal sampai ikut deg-degan pengumuman dan menunggu 9 bulan.. Simak yuk cerita kakak saya.

Helloo ibu-ibu kuat yang sedang berjuang.. perkenalkan, nama saya bunga. Saya seorang ibu dari satu anak manis yang bernama jasmine. Ya, Jasmine adalah anak hasil dari program bayi tabung. Ibu-ibu, tidak hanya sekali saja saya berjuang, tapi sudah lima kali saya melakukan proses bayi tabung, dua kali fresh cycle dan 3 kali frozen embryo transfer. Dan masih akan melakukan proses bayi tabung dari awal lagi untuk menambah jumlah anak. Semangaaattt…

Bagaimana awal kami memutuskan untuk melakukan ivf? Karna perjuangan kami untuk memiliki momongan sudah mentok, kami sudah melewati berbagai macam usaha, mulai dari medis, alternatif, spiritual, budaya, sampai mitos. Hampir semuanya pernah kami coba, tapi belum membuahkan hasil. Akhirnya kami memantapkan hati untuk melangkah ke jenjang paling akhir dalam teknologi fertilitas dunia medis yaitu ivf, dengan belum ada biaya sama sekali. hehehee…. yang penting niat dulu ibu-ibu.. ya kan?

Kami pun menabung bbrp tahun sampai dirasa cukup biayanya. Lalu mulai survey lokasi dan kami memutuskan untuk melakukan proses ivf di Morula Surabaya dengan dr Bennedictus Arifin, Sp.OG(k). Setelah screening test, permasalahan fertilitas kami terletak di sperma akibat dari varikokel yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas sperma. Lalu saya juga ada myoma di dinding rahim. Namun menurut keterangan dokter, myom dengan posisi seperti itu tidak mengganggu jadi tidak disarankan untuk diangkat dan dibiarkan saja, karena banyak juga kasus kehamilan dengan myoma.

Hasil dari ivf pertama kami mendapatkan 12 sel telur dan 8 embrio. Penanaman embrio pertama langsung 4, sisanya lagi yg 4 disimpan untuk proses ivf selanjutnya. Namun, ivf pertama kami gagal. Sedih marah stress bertanya-tanya kenapa gagal..kenapa begini..kenapa begitu.. Pasti stres ya ibu-ibu.. sudah habis biaya banyak yg didapat dengan susah payah, sudah berusaha maksimal, sudah bedrest, sudah makan makanan bergizi sampai enek, tapi belum berhasil. Apakah karena myoma? Apakah karna apa? Sangat banyak pertanyaan yang saya tidak tahu jawabannya.. 

Tapi kami memutuskan untuk tidak sedih berlarut-larut dan berlama-lama, tiga bulan berikutnya kami lanjut ivf lagi dengan 4 simpanan embrio beku. Hasilnya juga masih nihil. Kami gagal lagi ibu-ibu… sedih bgttt….

Bersambung ke cerita kedua ya.