Konten dari Pengguna

Tips Aman Berenang Selama Masa Kehamilan

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bayi menendang perut ibu hamil (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi menendang perut ibu hamil (Foto: Shutterstock)

Berenang memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah dapat menyehatkan jantung dan paru-paru. Bahkan untuk ibu hamil sekalipun, berenang juga memberikan manfaat yaitu untuk membantu berat badan tetap ideal. Meski berenang memiliki segudang manfaat, Anda juga harus memperhatikan beberapa hal saat melakukan olahraga ini.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

Hal yang paling penting adalah dengan terlebih dahulu konsultasikan kondisi Anda ke dokter kandungan sebelum memulai untuk berenang. Dengan mengetahui kondisi kesehatan ibu serta janin, kita akan merasa lebih aman dan terhindar dari risiko yang dapat membahayakan janin maupun diri sendiri.

Gunakan pakaian renang yang nyaman dan aman, yaitu pakaian yang tidak ketat dan terutama tidak menekan di bagian perut, namun tidak membatasi gerak tubuh. Pilihlah kolam renang yang bersih dan terawat.

Hal ini tentu saja penting, karena mengurangi risiko terkena penyakit seperti penyakit kulit akibat kontak dengan air dalam kolam renang tersebut. Selain itu, kamu harus memperhatikan asupan air.

Berenang dapat menyebabkan dehidrasi, karena saat berenang kita tidak akan merasakan haus, padahal tubuh sangat membutuhkan asupan air. Melakukan stretching atau pemanasan terlebih dahulu untuk menghindari terjadinya kram.

Untuk lebih amannya, ada baiknya kita berenang tidak pada kolam renang yang terlalu dalam. Pilihlah kedalaman air yang tidak melebihi dada ibu, dan juga berenang lebih ke tepi, sehingga jika terjadi kram saat berenang, kita tetap bisa berdiri dan segera menepi.

Pilihlah gaya renang dengan gaya dada, karena cukup efektif dalam membantu meregangkan otot-otot panggul serta gerakannnya juga perlahan saja sehingga ibu tidak terbebani untuk melakukannya. Hindari berenang dengan gaya kupu-kupu karena banyak memberikan hentakan.

Yang paling penting adalah tidak memaksakan diri, tidak tergesa-gesa, juga jangan terlalu bersemangat. Kita harus menanamkan dalam diri bahwa hal paling utama ialah keselamatan ibu dan janin.

Sehingga, ketika masuk ke kolam renang, ibu harus berhati-hati jangan sampai terpeleset, jatuh, serta jangan melompat. Lebih baik dilakukan dengan duduk terlebih dahulu di pinggir kolam, baru secara perlahan-lahan memasukkan kaki yang kemudian diikuti dengan seluruh tubuh.

Intinya, masuklah ke dalam kolam secara bertahap dan hati-hati untuk menghindari terjadi benturan atau jatuh. Jika tubuh sudah merasa kelelahan, segera hentikan aktivitas renang.

Semoga bermanfaat.

By: Tin Puspadewi