Tips Atasi Night Terror yang Mengganggu Tidur Anak

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidur merupakan hal yang paling sering dilakukan si Kecil di awal kehidupannya. Karena tidur dapat membantu pertumbuhan sel otak dan tubuh si Kecil. Secara bertahap, si Kecil mulai aktif dan durasi tidurnya akan berkurang.
Namun, sering dijumpai si Kecil tiba-tiba menangis histeris sesaat setelah tertidur. Banyak mitos yang beredar di masyarakat terkait tangisan si Kecil saat tidur.
Salah satu penyebab si Kecil menangis histeris adalah night terror. Night terror dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Para ahli berpendapat, night terror terjadi karena ada sistem saraf pusat yang mengatur aktivitas otak, tiba-tiba menjadi sangat aktif. Night Terror berbeda dengan Mimpi Buruk.
Seseorang yang mengalami night terror bisa saja mendadak menangis histeris, marah, menjerit, duduk dengan mata terbuka atau melakukan aktivitas lainnya ketika sedang tertidur lelap. Namun, ketika dia terbangun dia tidak dapat mengingat kembali apapun hal yang telah dilakukannya ketika tertidur.
Fase tidur dikategorikan menjadi dua, yaitu fase REM dan fase No REM.
Fase No REM memiliki empat tahap. Night terror terjadi pada fase tidur No REM, di mana merupakan reaksi takut yang mendadak. Night terror terjadi saat anak berpindah dari fase tidur no REM tahap tiga ke fase tidur No REM tahap empat yang biasa dialami sekitar 60-90 menit setelah anak tertidur.
Rentang waktu terjadinya night terror bisa berlangsung selama beberapa menit atau lebih.
Faktor Penyebab Night Terror
Kelelahan. Jika si Kecil sangat aktif bermain di siang hari hingga kelelahan, si Kecil bisa mengalami night terror ketika tertidur di malam hari.
Overstimulasi. Stimulasi berlebihan di siang hari menjadi salah satu faktor penyebab terjadi night terror pada malam hari. Bermain dan ketawa hingga cekikikan bisa memicu terjadinya night terror di malam hari. Inilah sebabnya orang zaman dahulu tidak memperbolehkan anak bermain hingga ketawa cekikikan.
Jadwal tidur yang tidak teratur. Pola tidur dan jadwal tidur yang kacau dan tidak teratur menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya night terror ketika si Kecil tertidur di malam hari. Usahakan si Kecil jangan sampai kekurangan tidur baik di jadwal tidur pagi, siang maupun malam.
Kurang enak badan. Night terror dapat terjadi saat si Kecil tidak sedang dalam keadaan badan yang sehat seperti sedang demam, pusing, sakit perut, gangguan pernapasan seperti terserang flu, batuk, dan pasca imunisasi.
Si Kecil berkeinginan untuk buang air kecil atau buang air besar. Kadang si Kecil berkeinginan untuk buang air kecil, sehingga setelah dibawa berkemih (buang air kecil), si Kecil menjadi bingung karena telah memasuki fase sadar.
Beberapa Hal Untuk Mengatasi si Kecil yang Mengalami Night Terror
Jangan bangunkan si Kecil. Karena night terror terjadi tanpa disadari, jangan bangunkan si Kecil. Membangunkan si Kecil hanya akan membuat si Kecil bingung, sadar dan semakin memperparah keadaan menangis.
Tetap tenang dan tidak panik. Moms tetap harus tenang ketika night terror berlangsung. Tenangkan si Kecil dengan menepuk punggungnya atau membelai kepalanya secara perlahan.
Turuti keinginan si Kecil. Ketika night terror menyerang, biasanya si Kecil akan menolak menyusui, bahkan kadang membantingkan badannya. Jangan paksa si Kecil untuk menyusui, tenangkan si Kecil, jaga si Kecil supaya tetap merasa nyaman dengan mengetahui Moms berada di sampingnya.
Penuhi kebutuhan tidur. Penuhi kebutuhan tidur si Kecil, atur pola tidur teratur hingga si Kecil memiliki tidur yang cukup, baik di siang hari maupun malam hari. Maka night terror akan pulih dengan sendirinya.
Mandikan si Kecil. Aktivitas mandi sebelum tidur dapat membantu si Kecil merasa nyaman dalam kondisi yang bersih dan kering. Kondisi ini dapat memudahkan si Kecil untuk tidur.
Buat aktivitas yang sama sebelum tidur. Lakukan aktivitas yang sama setiap harinya sebelum tidur. Namun pastikan Moms melakukan aktivitas yang membantu si Kecil lebih rileks sebelum tidur, misalnya berdoa sebelum tidur, memutar musik relaksasi kesukaan si Kecil.
Konsultasi dengan dokter. Apabila semua hal di atas sudah dilakukan, namun si Kecil tetap mengalami night terror, sebaiknya bawa si Kecil untuk berkonsultasi ke dokter.
Semoga bermanfaat.
By: Yenty Jessica Copyright by Babyologist
