Konten dari Pengguna

Tips Bagi Ibu Hamil dengan Anemia

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tips Bagi Ibu Hamil dengan Anemia
zoom-in-whitePerbesar

Halo moms, di kesempatan pertama saya menulis ini, saya ingin berbagi pengalaman saya selama menjalani kehamilan dengan HB (hemoglobin) rendah atau biasa kita sebut dengan

Pentingnya mengetahui kadar hemoglobin selama menjalani kehamilan awal

Sebelum hamil, saya sama sekali tidak mengetahui bahkan tidak merasakan sama sekali efek dari anemia. Namun pada saat kehamilan pertama, saya mengetahui bahwa saya memiliki anemia pada saat tes darah memasuki trimester kedua. Pada saat itu HB saya cukup rendah yaitu 8 g/dL di mana nilai normalnya berada di antara 12-14 g/dL. Karena saya ingin melahirkan melalui proses normal, maka saya harus bisa mengejar kenaikan HB saya paling tidak sampai 11 g/dL atau kurangnya itu setara dengan 2 kantung darah, agar tidak mengalami pendarahan pada saat proses melahirkan.

Bagaimana ciri memiliki anemia?

Apabila saat hamil Moms sering merasa pusing, lemas, kalau bangun dari posisi tidur penglihatan menjadi gelap atau kunang-kunang dan mudah sekali merasa lelah padahal tidak banyak melakukan aktivitas, maka Moms dianjurkan untuk cek HB. Karena itulah yang saya rasakan semenjak memasuki trimester kedua.

Apa penyebab anemia?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan anemia, selain faktor keturunan, pola makan juga bisa menjadi penyebab anemia. Namun secara garis besar, anemia disebabkan karena kurangnya asupan zat besi. Padahal ibu hamil membutuhkan zat besi yang tinggi untuk perkembangan janin, maka dari itu anemia akan sangat berpengaruh bagi ibu hamil.

Apa tindakan yang diambil oleh dokter?

Setelah saya diketahui memiliki HB rendah, saya diberikan vitamin penambah darah. Namun hingga memasuki pertengahan trimester 3, HB saya tidak kunjung naik hingga saya harus menjalani infus venofer yang berlangsung selama 2,5 jam. Apa itu infus venofer? Infus venofer akan dilakukan apabila sudah harus mengejar HB dalam waktu singkat agar tidak harus melakukan transfusi darah. Jadi infus venofer berisi zat besi yang dapat secara cepat menaikkan HB hingga 1 - 2 g/dL. Karena transfusi darah pada saat kehamilan 9 bulan sangat tidak dianjurkan, karena dikhawatirkan akan terkontaminasi berbagai macam penyakit.

Berikut tips dari saya untuk dapat menambah HB selama kehamilan:

  • Makan daging merah setiap hari karena kandungan zat besi pada daging merah paling tinggi di antara protein lainnya. (Contoh: daging sapi, hati sapi, hati ayam).

  • Makan buah yang mengandung zat besi tinggi seperti buah bit dan buah naga merah.

  • Atur pola makan dengan mengonsumsi daging merah dan buah yang mengandung zat besi tinggi dalam beberapa kali makan. Sebaiknya Moms tidak sekaligus mengonsumsi semua secara langsung, karena kandungan zat besinya justru dapat hilang.

  • Hindari minum teh karena teh menghambat penyerapan zat besi.

  • Minum vitamin penambah darah.

Semoga bermanfaat.

By: Shinta Abadi

Copyright by Babyologist