Tips Hadapi Anak Separation Anxiety

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah itu Separation Anxiety?
Kondisi tersebut merupakan refleks alamiah yang dirasakan oleh anak. Kecemasan menandakan telah terjalin hubungan yang erat antara ibu dan anak sehingga tercipta rasa nyaman bagi bayi, dan ketika rasa nyaman itu hilang, akan direfleksikan dalam bentuk tangisan. Separation Anxiety biasanya banyak terjadi pada anak di usia 7 bulan hingga 18 bulan.
Walaupun Separation Anxiety ini sangat wajar terjadi, namun jika dibiarkan terlalu lama dan tidak dilakukan tindak lanjut apapun, bisa menjadi hal yang serius, misalnya anak cenderung takut dengan orang lain dan hanya mau dengan ibunya saja, serta akan menjadi kebiasaan hingga ia besar nantinya.
Agar anak tidak menangis saat ditingga, biasanya Moms akan pergi mengendap-endap atau berkata ingin keluar sebentar tetapi tidak kunjung kembali, tentu saja dua hal tersebut bukanlah solusi, karena nantinya akan menimbulkan rasa ketidakpercayaan si anak terhadap ibunya.

Untuk mengatasinya, ada beberapa tips yang dapat dilakukan, yaitu :
Main petak umpet. Dengan bermain petak umpet, diharapkan si anak akan terbiasa melihat si Ibunya "menghilang" dari pandangannya namun tetap dalam kesan yang menyenangkan sehingga tidak menimbulkan rasa cemas
Sosialisasi dengan orang lain. Ajak si kecil untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain agar si kecil terbiasa melihat orang lain selain ibunya.
Komunikasi saat ingin pergi. Komunikasikan terlebih dahulu kepada si kecil, berikan alasan mengapa Ibu harus pergi meninggalkannya dan berapa lama akan meninggalkannya. Walaupun si kecil belum bisa melihat waktu, namun usahakan tepati janji dengan kembali tepat waktu.
Bersikap positif dan bersikap tenang saat meninggalkan si kecil, Berikan pelukan dan ciuman untuk si kecil agar ia tidak menganggap perpisahan sebagai sesuatu yang menyedihkan.
Yakinkan bahwa ia akan tetap aman. Berikan sugesti positif bahwa ia akan tetap aman dengan orang yang akan menemani saat ditinggal oleh Ibunya.
Berikan mainan atau aktivitas yang disukai. Sambil menunggu ibunya yang sedang pergi, berikan anak mainan/aktivitas yang disukai untuk mengalihkan perhatiannya.
Selamat mencoba.
By: Theresa Graviani
