Tips Hadapi Separation Anxiety pada Bayi

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada usia 7 bulan, bayi sudah mulai memasuki fase Separation Anxiety. Pada fase ini, bayi sudah memiliki attachment terhadap orang-orang yang dekat dengannya dan mengenal kekekalan dari objek di sekitarnya. Sebelumnya, saat kita pergi dari hadapannya bayi menganggap kita lenyap begitu saja dan tidak memikirkannya lagi. Namun, saat memasuki fase Separation Anxiety, bayi menyadari bahwa saat kita pergi dari hadapannya sebenarnya kita masih ada di suatu tempat tapi tidak terlihat olehnya dan bayi menjadi khawatir karena tidak tahu kapan kita akan kembali. Itulah yang menyebabkan bayi menjadi rewel saat ditinggalkan, bahkan bayi menjadi sulit tidur.
Gejala Separation Anxiety
Bayi menangis saat ditinggalkan bersama orang lain
Bayi sulit tidur
Bayi sering terbangun di malam hari dan rewel padahal sebelumnya sudah bisa tidur nyenyak di malam hari
Bayi cepat bangun dari tidurnya
Bayi menangis saat ditinggal sendiri
Bayi tidak mau bermain sendiri
Separation Anxiety ini adalah hal wajar dan akan berkurang dengan sendirinya saat bayi berusia 2 tahun.
Tips Mengatasi Separation Anxiety
Ciptakan rutinitas sebelum tidurMisal menggendong atau memijat bayi setiap menjelang tidur. Dengan begitu bayi akan merasa lebih nyaman untuk tidur karena sudah terbiasa.
Berusaha tetap tenang saat bayi menangisKita pasti panik ya Moms kalau bayi tiba-tiba menangis histeris saat tidur. Tapi jika kita menunjukkan ekspresi panik di depan bayi, ia akan menjadi semakin takut untuk ditinggalkan. Tetap berusaha tenang saat menenangkan bayi yang menangis.
Tenangkan bayi seperlunya sajaKetika bayi tiba-tiba menangis pada malam hari saat sedang tidur, kita tetap harus menenangkannya. Tapi jangan mengajak bayi bernyanyi, bermain, atau membacakan dongeng. Dengan begitu bayi akan merasa bosan dan terlelap sendiri.
Selalu pamit dengan bayi sebelum meninggalkannyaJangan pernah pergi secara diam-diam atau mengendap-endap dari bayi. Ini akan semakin membuatnya takut untuk ditinggal. Dengan pamit dan memberitahu bahwa kita akan kembali, membuat bayi merasa lebih tenang.
Biarkan bayi beradaptasi dulu dengan orang yang akan menjaganya saat kita tinggalkanJika kita hendak meninggalkannya dengan orang lain, sisihkan dulu waktu minimal 2 jam sebelumnya untuk mengenalkan bayi pada orang tersebut.
Sertakan barang kesayangan bayiJika hendak meninggalkan bayi di tempat penitipan anak, jangan lupa membawa barang kesayangannya (mainan dan selimut) agar ia merasa lebih nyaman.
Tinggalkan bayi dengan tegasBayi pasti menangis saat melihat kita hendak pergi. Tapi kita tidak perlu balik menggendongnya, membujuknya dan mengajaknya bermain. Hal itu akan memperpanjang drama. Ucapkan sampai jumpa dan langsung pergi. Lama kelamaan bayi akan terbiasa.
Kembali dengan ekspresi ceriaKetika kita kembali dan bertemu dengan bayi lagi, selalu usahakan memberinya ekspresi ceria sambil memeluknya atau mengajaknya bermain sebentar. Hal ini akan membuatnya melupakan rasa sedih saat ditinggalkan tadi
American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan sering mengajak anak bermain peek a boo dan petak umpet bermanfaat untuk mengurangi Separation Anxiety pada bayi karena dengan begitu bayi tahu bahwa setiap kita menghilang dari hadapannya, kita pasti akan kembali lagi.
Semoga bermanfaat.
By: Kristiani Chen
