Tips Memberikan Susu Melalui Botol agar Bayi Tidak Bingung Puting

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Memperkenalkan botol susu memang berisiko menyebabkan bingung puting pada bayi. Namun, kadang terpaksa ya Moms kita berikan susu melalui botol misalnya kalau kita tinggalkan baby untuk kerja. Agar si kecil tidak bingung puting, yuk ikuti tips di bawah ini!
Tips Mencegah Bingung Puting
Berikut ini ada tips dari konsultan laktasi internasional – Philippa Pearson-Glaze, untuk meminimalisir bingung puting pada bayi walaupun menggunakan botol susu:
- Pilih yang dotnya pendek / tingginya sedang, dengan ujung dot bulat sempurna (tidak ada bagian yang pipih), serta alas dotnya (yang menempel dengan screw cap) lebar. Sehingga bayi dapat memasukkan dot ke dalam mulutnya hingga mendekati screw cap dan posisi ini menyerupai saat bayi menyusu di payudara.
- Hindari dot yang sempit karena membuat mulut bayi kuncup saat menyusu.
- Jangan langsung memasukkan dot ke mulut bayi. Awali dengan menyentuhkan ujung dot pada bibirnya sehingga bayi refleks membuka mulut dan mencari dot tersebut. Ketika bayi membuka mulut lebar-lebar, baru masukkan dot ke mulut bayi sedalam mungkin. (Jangan menggunakan dot yang terlalu panjang karena dapat membuat bayi tersedak).
- Berikan susu dengan berganti-ganti posisi. Kalau menyusu langsung kan kita ganti-ganti posisi dari PD kiri ke kanan dan sebaliknya. Nah, usahakan menggendong bayi berganti-ganti posisi juga saat memberikan susu melalui botol.
- Tiru Let-Down Reflex.
- Ketika bayi menyusu langsung, bayi perlu mengisap beberapa kali sebelum ASI keluar. Tiru hal ini dengan mengarahkan pantat botol ke bawah sehingga susu tidak memenuhi dot selama beberapa detik di awal bayi mengisap.
- Pegang botol dengan posisi horizontal sehingga bayi memiliki kontrol terhadap aliran ASI. Posisikan bayi dengan kemiringan 45 derajat saat menyusu, boleh juga miringkan badan bayi ke samping (seperti posisi saat menyusu langsung). Gunakan dot dengan aliran "slow". Saat bayi berhenti mengisap, arahkan pantat botol ke bawah sehingga susu berhenti mengalir ke dot. Saat bayi mulai mengisap lagi, pegang botol dengan posisi horizontal lagi. (Lihat foto)
Ada baiknya menunda pemberian dot pada bayi minimal sampai bayi berusia 1 bulan supaya tidak mempengaruhi kekuatan isap bayi.
Sekian sharing kali ini.
Semoga bermanfaat.
By: Kristiani Chen
Copyright by Babyologist`
