Tips Memilih Deodoran yang Cocok untuk Ibu Hamil

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ada beberapa alasan mengapa Moms lebih sering merasa kepanasan saat hamil daripada saat tidak hamil. Tiga alasan utama di antaranya adalah karena produksi hormon selama kehamilan, Moms membawa berat ekstra yaitu si Kecil dalam kandungan, dan si Kecil sendiri menghasilkan panas. Jadi, peningkatan keringat saat hamil sebenarnya perlu dianggap sebagai suatu hal yang membahagiakan karena menyehatkan. Namun, dengan meningkatnya produksi keringat, Moms juga bisa mengalami peningkatan bau badan. Jika deodoran Moms yang biasanya tidak mempan untuk mengatasi keringat ini, Moms mungkin perlu beralih ke merek lain saat hamil.
Adalah aman untuk menggunakan deodoran saat hamil. Pada umumnya, ibu hamil tidak disarankan oleh dokter untuk berhenti menggunakan atau mengganti deodoran karena itu berisiko bagi si Kecil. Jika Moms memang memilih untuk beralih ke merek atau jenis lain, alasan utama haruslah karena adanya peningkatan keringat sehingga Moms membutuhkan merek baru yang akan membantu ketiak tetap kering.
Perlu diketahui bahwa ada banyak kontroversi seputar apakah deodoran aman untuk siapa saja atau tidak, dan bukan hanya untuk ibu hamil. Kontroversi utama berpusat di sekitar bahan alumunium yang digunakan dalam antiperspirant(pencegah ketingat), yang menyumbat saluran keringat sehingga saluran tidak bisa melepaskan keringat. Ada teori lain bahwa alumunium menyebabkan kanker payudara. Akan tetapi, saat ini, tidak ada bukti medis yang mendukung klaim tersebut.
Carilah deodoran yang memenuhi kriteria berikut saat hamil
- Terlepas dari bukti medis, beberapa orang memilih untuk menghindari antiperspiran dan deodoran berbahan dasar aluminium karena terlalu berhati-hati. Sayangnya, aluminium sangat efektif sebagai antiperspiran dan untuk wanita hamil yang menderita keringat berlebih, dan tampaknya tidak ada alternatif bebas-aluminium yang efektif. Carilah deodoran berlabel “antiperspiran” untuk mencegah noda pada ketiak/baju. Sementara itu, carilah deodoran berlabel “deodoran” jika Moms ingin agar deodoran tersebut dapat menutupi bau badan.
- Yang jelas, Moms harus menghindari deodoran yang mengandung paraben. Paraben adalah zat pengawet yang dapat meniru estrogen dan sebaiknya dihindari selama kehamilan. Banyak pabrikan telah menghapus paraben dari produk mereka. Akan tetapi, Moms tetap harus memeriksa label untuk memastikan.
- Pilihlah deodoran berbentuk stick atau roll-on. Hindari deodoran berbentuk semprotan karena Moms dapat menghirup beberapa partikel ke dalam paru-paru Moms.
Alternatif deodoran saat hamil
Moms dapat mencoba tips berikut untuk mengelola keringat dan bau badan saat hamil :
- Gunakan tisu ketiak sepanjang hari untuk membersihkan bakteri yang mungkin bercampur dengan keringat dan menyebabkan bau
- Letakkan bedak bayi, tepung jagung, atau baking soda di bawah lengan Moms untuk membantu menyerap keringat
- Kenakan pakaian ringan yang akan membuat tubuh Moms bernapas dan mencegah kepanasan
- Gunakan deodoran hanya berdasarkan “sesuai kebutuhan”, seperti jika Moms berencana untuk berada di bawah sinar matahari sepanjang hari atau menghadiri suatu presentasi besar di tempat kerja
- Sering-seringlah mandi untuk meminimalkan keringat
