Konten dari Pengguna

Tips Memilih Pompa ASI Sesuai Kebutuhan: Hospital Grade atau Portable?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menuju persalinan, tentunya segala bentuk persiapan telah Moms lakukan. Pertimbangkan dengan matang, apakah Moms berencana memberikan ASI eksklusif atau tidak, jika Moms adalah seorang working Mom, akan menjalani exclusive pumping atau tidak dan lain sebagainya.

Jika Moms berencana akan memberikan ASI eksklusif, memiliki pompa ASI adalah sebuah keputusan yang bijak. Baik sebagai working Mom atau stay at home Mom, pompa ASI akan sangat dibutuhkan untuk menjaga produksi ASI dan membantu Moms mengosongkan payudara agar lebih nyaman. Dengan banyaknya jenis dan merk pompa ASI, pilih yang sesuai dengan kebutuhan Moms.

Tipsnya memilih pompa ASI

  1. Buat spesifikasi detail pompa ASIIngin pompa ASI hospital grade agar lebih optimal mengosongkan payudara atau portable agar lebih ringan dan handy? Keduanya memiliki keunggulan masing-masing Moms. Tulis dengan rinci spesifikasi yang Moms inginkan beserta poin kelebihan serta kekurangannya untuk membantu Moms memilih pompa ASI.
  2. Pertimbangan budgetPompa ASI hospital grade cenderung lebih pricey dibandingkan portable karena mesinnya lebih besar serta kualifikasinya lebih tinggi. Jika Moms menjalankan eping (exclusive pumping) sehingga butuh menyetok banyak ASI, pompa ASI hospital grade lebih direkomendasikan karena bisa memicu multi LDR dan lebih optimal mengeluarkan ASI. Tapi jika Moms hanya membutuhkan pompa untuk mengosongkan payudara dan menjaga produksi ASI, pompa ASI portable sudah cukup, tentunya harganya lebih friendly karena secara ukuran pun lebih kecil.
  3. Sewa atau pinjam agar tidak salah pilihJika memungkinkan, setelah memilih pompa ASI yang sekiranya dekat dengan spesifikasi yang dibutuhkan, sewa dirental pompa ASI atau pinjam pompa ASI pada rekan atau kerabat agar Moms bisa mencoba terlebih dahulu pompa ASI yang Moms inginkan. Hal ini bisa meminimalisir kemungkinan Moms merasa kecewa jika pompa ASI yang sudah terlanjur dibeli tidak sesuai dengan keinginan Moms. Jangan lupa mencuci bersih dan mensterilkan semua perangkatnya dengan benar ya Moms.
  4. Pompa ASI elektrik lebih efektifSebaik apapun kualitas pompa ASI manual, jenis elektrik tetap lebih unggul. Selain lebih hemat tenaga & efisien, memompa ASI menggunakan pompa elektrik terbukti 40-70% menghasilkan lebih banyak ketimbang memerah dengan tangan atau memakai pompa manual. Tapi jangan khawatir Moms, dalam setiap pembelian pompa ASI elektrik, biasanya Moms akan mendapatkan tuas manual jika ada kondisi yang emergency (misal baterai pompa elektrik habis atau listrik padam).
  5. Perhatikan kemudahan mendapat sparepart & garansiSaat menggunakan pompa ASI terlebih untuk waktu yang rutin dan jangkanya lama, ada kemungkinan sparepart butuh diperbarui karena rusak atau sudah tidak berfungsi maksimal. Carilah pompa ASI yang sparepartnya mudah didapatkan dan bergaransi resmi.
  6. Perawatan pompa ASI yang sederhanaMencari tahu review dan bertanya kepada kerabat yang sudah terlebih dahulu menggunakan pompa ASI mengenai kemudahan dalam membersihkan serta merawat pompa yang Moms inginkan juga penting. Dengan kesibukan baru Moms sebagai new Mom, tentunya tidak ingin menjadi bad mood karena kesulitan mencuci dan merawat pompa bukan?

Semoga bermanfaat.

By: Dita Anindia

Copyright by Babyologist